Pameran Foto IMATAJINASI

Menyambut 20 Tahun Pengabdian Galeri Foto Jurnalistik Antara,
Kami mengundang Sahabat untuk menghadiri :

Pameran Foto “IMATAJINASI”,

Karya 32 Fotografer muda,
peserta Workshop Angkatan XVII Galeri Foto Jurnalistik Antara:

A. Adi Setyo | Adi Siswanto | Agung Pambudhy | Agus Surya Supriyanto | Anas Malik | Andrew Prawiro Hakim | Ariyani Sukma | Arya Pradana | Atet Dwi Pramadia |Atho’ Ullah | Baskara Kuswijayanto | Bayu Amde Winata | Danis Arbi | Dian Triyuli Handoko | Dian Prastiti Utami | Devinoraya Radityapalma | Dwi Wahyu Lestari | Fajar Ambya | Fernando Randy | Grandyoso Zafna | Jessica Margaretha | Josephine Inggri Ayuningtyas | Lavanda Wirianata | M. Abdul Aziz | Muhammad Rizan | Mulia Santoso | Putra Sophan Pribadi | Rikiti Sabila | Rizki Nurul Madinah | Salwa Masyhur | Sumarno | Vita Khairunisa |

JUM’AT 16 MARET 2012
PUKUL 19.00 WIB OLEH:
AHMAD MUKHLIS YUSUF (DIRUT KANTOR BERITA ANTARA)
RIRI RIZA (SUTRADARA)
JOSE RIZAL MANUA (DRAMAWAN)

GALERI FOTO JURNALISTIK ANTARA
Jl. Antara No. 59 Pasar Baru, Jakarta 10710
T/F: 021-3458771, www.gfja.org
Yahoo!Groups: http://groups.yahoo.com/group/gfja
twitter: @galeriantara @imatajinasi
facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=19164023720
Map: http://bit.ly/cJPqm8

FLOAT
COMPROMISED EGO
AMAN PERCUSSION
KROSBOI
THE BOBROCKS
ENCE BAGUS (STAND UP COMEDY)

TERBUKA UNTUK UMUM
16 Maret – 16 April 2012
JAM BUKA : 10:30 – 20:00 WIB

Acara pembukaan dan pameran TIDAK dipungut biaya (GRATIS)
No dresscode

#Gallery Talk:
Sabtu,14 April 2012
Pukul 15.00
“How to Be A Photojournalist”
Hermanus Prihatna (Kepala Divisi Mandiri Pemberitaan Foto Antara)
Hariyanto (Askadiv Foto Media Indonesia)
Neo Journalism Club
Jl.Antara No.61 Pasar Baru
Jakarta 10710

#Imatajinasi Goes to Campus

Kamis,29 Maret 2012
Edy Purnomo (Fotografer)
Univ.Muhammadiyah Prof.DR.Hamka
Jl.Limau II, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan

Kamis,5 April 2012
Agan Harahap (Fotografer)
Universitas Mercu Buana
Jl.Meruya Selatan,Kembangan
Jakarta Barat 11650

DIDUKUNG OLEH :

ANTARA FOTO, http://www.antarafoto.com/
PACKET SYSTEMS,http://www.dmxtechnologies.com/packet-systems/
PT. INDONESIA PRINTER, http://www.indonesiaprinter.co.id/
CISCO
PAPERINA, http://www.paperina.com/
GLOBE DIGITAL PRINTING,cs@globe-ps.com
RUMAH EDUKASI,http://www.rumahedukasi.com/
PT. ASTAMULYA MANDIRI
V-SEE
NEO JOURNALISM CLUB
BLUES4FREEDOM
NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA,http://nationalgeographic.co.id/
FOTOKITA.NET,http://fotokita.net/
SOUND TEAM
iCREATE, http://www.icreatemagazine.com/
PROVOKE!, http://provoke-online.com/

Setelah Fotokita Award 2011

Sebagaimana diketahui, Fotokita Award 2011 sudah berakhir dan menghasilkan para pemenang. Kami berharap rekan-rekan yang belum beruntung tetap semangat memotret dan berbagi inspirasi.

Memasuki 2012, banyak rekan yang bertanya apakah akan ada FK Award 2012? Lalu kapan dimulai, bukankah FK Award itu setahun penuh?

Jawabannya, akan ada. Tetapi kami berpikir untuk tidak lagi menyelenggarakannya setahun penuh karena beberapa alasan. Yang terutama karena sepertinya terlalu berlarut-larut sehingga kami khawatir mengundang kejenuhan dari para peserta. Namun, kami akan tetap mempertahankan format penyisihan dan final untuk mendapatkan juara utama.

Jadi, pantengin terus FK.net untuk mendapatkan update-nya ;)

Salam.

Inbox dan Event

FK-wan yang budiman,

Oktober lalu, kami sempat membuat entri ini untuk menunjukkan perbaikan dan penambahan yang terus berlangsung di situs tercinta ini. Seiring perjalanan, kami juga menemukan beberapa fitur yang dirasakan tidak lagi relevan dan pada akhirnya kami hilangkan.

Mengingat FK.net adalah situs berbagi dan belajar, maka foto-foto pilihan mendapat porsi khusus, sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua untuk bisa mendapatkan hasil foto yang tidak saja bagus dari sisi visual, melainkan juga kuat dalam penyampaian pesan.

Untuk saling berbagi secara personal, kami menambahkan fitur inbox di halaman profil FK-wan, agar sesama FK-wan bisa saling berkomunikasi secara japri, entah berbagi proyek atau sekadar saling bertukar pikiran dan pendapat soal fotografi (atau hal pribadi lainnya :) )

Buat FK-wan yang memiliki informasi event fotografi, FK-wan bisa lansgung mengumumkannya di fitur Event.

Kami akan terus menghadirkan fitur-fitur baru untuk membuat FK-wan lebih nyaman dalam berbagi dan belajar di FK.net.

Salam.

Lomba Foto Color of Jakarta 2012

Mengulang kesuksesan atas penyelenggaraan Lomba Foto bertajuk Color of Jakarta di tahun 2011, tahun ini Color of Jakarta kembali dihadirkan dengan tema serta tantangan yang lebih menarik. Bekerja sama dengan Group of Magazine, Kelompok Kompas Gramedia, khususnya Majalah Chip Foto Video, Digital Camera Indonesia, serta Fotokita.net.

Informasi mengenai Lomba Color Of Jakarta 2012, dan pendaftaran peserta dapat diakses di www.jakarta.go.id

Lomba terdiri dari lima kategori. Untuk kategori umum yang dapat diikuti, yaitu Cityscape, Pasar/Wisata/Heritage, Car Free day, Essay Photo dan kategori yang dikhususkan pelajar yaitu Jakarta Hijau. Dalam kesempatan ini, tidak hanya pengguna kamera digital, namun pengguna kamera handphone (smartphone) diperkenankan mengikuti seluruh lomba khususnya dalam kategori Car Free Day.

Semua peserta diberikan kesempatan untuk mengunggah foto yang akan dilombakan sesuai dengan kategori yang diikutinya mulai dari tanggal 4 Maret – 30 April 2012, pukul 23.59 WIB. Adapun total hadiah lomba adalah 150 juta rupiah. Untuk mengetahui semua persyaratan dan informasi yang berkaitan dengan lomba foto ini, masyarakat bisa mengunjungi www.jakarta.go.id yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta langsung.

Workshop membuat video perjalanan di FOCUS 2012

Oleh Dwi Putri Ratnasari

Segala sesuatu yang ada di Jakarta rasanya memang terlalu besar untuk ukuran makhluk imut seperti saya. Sebutlah saya ndeso atau katrok, tapi menyebrangi shelter busway dari Bendungan Hilir ke Senayan, membuat tumpukan kentang yang saya lahap saat sarapan sukses tak meninggalkan rasa kenyang di perut. Juawuh buanget. Sampai di venue, lah kok masih sempat-sempatnya pula saya tersesat di arena FOCUS 2012 yang begitu luas.

Beruntunglah saya sedang tak membawa banyak uang, pameran kemarin memang cukup berpotensi menggoda saya yang seringkali tak kuat iman bila melihat barang obral. Lantas, karena kere, saya hanya berkonsentrasi di manakah letak Summit Lounge?

Setelah lebih dari setengah jam mengitari berbagai macam keramaian, akhirnya saya melihat segerombolan orang yang saya kenal sedang leyeh-leyeh di lantai. Mereka kebanyakan menggunakan kaos hitam dengan gambar yellow border di bagian tengahnya. Giri Prasetyo, Purwo Subagio, Lukki Sumarjo, dan Winda Savitri ada di sana. Haaah, lega rasanya bertemu mereka. Tak lama setelah datang pula Umbu Tekno Bolang yang baru saja menuntaskan perjalanan 17 hari di bumi Nusa Tenggara.

Lama tak jumpa, kami berfoto-foto terlebih dahulu. Selain itu untuk mencairkan ketegangan yang tampak dari wajah Giri Prasetyo selama beberapa hari terakhir di Jakarta. Sepertinya, lelaki muda tampak agak mual, seperti biasanya ketika dia masuk lift.

Yap, setengah jam kemudian, Giri menjadi pembicara tunggal dalam event kece yang digelar oleh Forum National Geographic Indonesia dalam pameran FOCUS 2012 ini. Dia akan memaparkan berbagai tips dan trik bagaimana membuat travel video agar tampak sedaps dan inspiratif.

Acara dipandu oleh moderator handal, digital strategist National Geographic Indonesia, Purwo Subagiyo. Maka Giri pun memulai menampilkan materi yang telah dia susun dalam bentuk slideshow pada 70 orang peserta yang memenuhi ruangan.

Why travel video?

Menurut lelaki yang siang itu menggunakan setelan jeans dan kaos berwarna hitam, video adalah media yang sangat persuasif. Penyampaiannya tergantung pada mood yang diinginkan oleh sang videografer. Berbeda dengan foto, dokumentasi berupa video mengandung rangkaian drama, alur cerita, audio, emosi, ekspresi serta pengalaman. Selain itu media ini memungkinkan untuk melakukan eksplorasi yang lebih luas.

Giri lalu memutar satu video yang dia buat karena kegelisahan dan kerinduannya akan laut.

Poem of the Sea from Giri Prasetyo on Vimeo.

Saya pribadi sudah melihat video ini sejak lama. Dan, jujur saja, saya sangat terprovokasi dengan audio dan mood yang berhasil hadir dalam video ini. Gara-gara “Poem of the Sea” ini pula, jika saya menemukan dermaga saat sedang traveling di sebuah destinasi, maka single “To Build Home” inilah yang akan saya putar berkali-kali di iPod. Hahaha! Maka sepertinya saya harus setuju jika video dikatakan sebagai media persuasif.

Sekarang ini mulai banyak traveler Indonesia yang mendokumentasikan perjalanannya dalam video dan menyebarkannya melalui internet. Tentu saja ini menyenangkan! Tapi pertanyaan berikutnya, bagaimana cara membuat travel video yang menarik?

Menurut Giri, seorang videografer hendaknya memiliki kedekatan dengan subjek pada saat mengambil gambar sehingga akan mendapatkan shot yang intim. Tak perlu menceritakan opini kita tentang sebuah destinasi. Let the destination speak by itself! Karena itulah, seorang videografer hendaknya harus jujur.

Apalagi berbicara masalah traveling. Di mana shit happened bisa saja terjadi secara tak terduga. Jadi tak perlu menghapus footage tersebut dan menggantinya dengan yang indah-indah saja. Justru, kisah sial dan susah ini akan memberikan warna yang menarik dalam alur cerita video perjalanan. Jangan lupa pula, rekam berbagai momen menarik di tengah perjalanan.

Pemilihan backsound video juga memegang peranan penting untuk memperkuat feel dari sebuah video. Tapi, itu bukan berarti, alur video yang harus mengikuti musik lho ya! Kalo yang ini sih, sama saja seperti video klip lagu. Banyak yang terjebak di sini. Makanya, saya pribadi menyarankan untuk sering-sering mendengarkan stok musik terutama free music yang disediakan, misalnya, oleh Vimeo.

Ada beberapa klasifikasi untuk membedakan video, yaitu naratif, observatif dan eksperimental. Giri mencontohkan videonya “Story of Caci” sebagai video naratif, di mana ada seorang pembicara yang menceritakan isi keseluruhan video.

Sedangkan video observatif merekam semua kegiatan tanpa ada narasi. Video eksperimental mengeksplor gambar-gambar aneh, abstrak yang mengandung semiotika metafora atau narasi poetica.

Oke, saat sudah menentukan ingin membuat video macam apa sebelum traveling, sebaiknya lakukan juga riset kecil-kecilan tentang kondisi destinasi. Apakah perlu membawa lensa tele? Atau cukup dengan lensa wide dan prime lens saja? Apakah ada spot underwater?

Selain itu untuk menghindari tumpukan shot yang mubadzir, sempatkan juga menyusun draft berupa shot list yang akan diambil. Walaupun pasti ada hal tak terduga yang seringkali terjadi dalam perjalanan.

Untuk menghindari gambar getar (shaky) saat memegang HDSLR, Giri memberikan tips, yaitu menahan nafas dan berdiri dengan meregangkan kedua kaki. Hal penting lainnya untuk meningkatkan kualitas video yang kita buat, Giri memberi petuah agar rajin melihat berbagai referensi video keren di dunia maya.

Sementara untuk setting video HDSLR, Giri merumuskan beberapa hal esensial, di antaranya adalah:

-Resolusi, Full HD atau HD
-FPS 24 atau 25 fps atau slow motion 60 fps
-Shutter speed
-Diafragma
-ISO, Gunakan kelipatan 160.
-White Balance, tergantung lokasi dan sesuaikan dengan emosi video.
-Picture style, untuk menghidupkan mood dalam cerita.
-Fokus, lebih banyak menggunakan manual fokus, karena mode autofocus HDSLR buruk.

Overall, menurut saya penampilan Giri selama satu jam lebih itu cukup memukau ya, apalagi dia juga memutar beberapa video andalannya yang mengundang banyak tepuk tangan dari audiens. Tapi untuk masalah yang teknis-teknis pada saat editing gitu, terkadang saya kurang dong dengan istilah yang dipakai. Seperti H.264. Makhluk apa itu saya juga ngga ngeh. Terus… hm, apalagi ya, untuk yang newbie mungkin bisa dikasih sedikit bahan pembelajaran untuk editing dasar. Mungkin rekomendasi situs-situs tertentu sekaligus cara mencari free music untuk ditempel ke video kita. :)

Sebaiknya Giri bikin ebook kali ya yang menjelaskan semua dari A-Z, and it will be great kalo sekaligus ngadain workshop bikin video bareng. Hehehe.

*Entri ini juga dimuat di blog travel Hifatlobrain.net

Event: Seminar Travelling Fotografi, Beautiful Secret of Yogyakarta

Kelompok Studi Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang bergerak di bidang fotografi yaitu FOTKOM 401 (Fotografi Komunikasi) mempersembahkan BULAN FOTOGRAFI #3 tahun 2012 setelah sebelumnya Bulan Fotograi sukses diadakan pada tahun 2007 dan 2008, tahun ini Bulan Fotografi diselenggarakan yang ke-3 kalinya dan memiliki tema besar “Beautiful Secret of Yogyakarta” yakni Rahasia Keindahan Yogyakarta yang tersembunyi dan divisualisasikan dengan travelling fotografi. Adapun salah satu rangkaiannya adalah seminar travelling fotografi.

Seminar Travelling Fotografi “Beautiful Secret of Yogyakarta”

Seminar ini mengangkat sebuah tema mengenai keindahan pariwisata yang masih tersembunyi baik dari segi wisata alam maupun budaya di Yogyakarta yang dapat diungkap melalui travelling fotografi serta bagaimana tips dan trik menjadi seorang fotografer travelling. Seminar Travelling Fotografi dilaksanakan pada :

Hari : Sabtu, 17 Maret 2012
Waktu : Pukul 09.00-14.00 WIB
Tempat : Ruang Seminar FISIP Lt. 3 Gedung Agus Salim
Kampus 2 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
Jl. Babarsari 2 Tambakbayan, Yogyakarta

Pembicara :
- Tazbir, S.H, M.Hum (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi D.I Yogyakarta)
- Titania Febrianti (Jurnalis dan teks editor Majalah National Geographic Indonesia)

Biaya Pendaftaran :
Pelajar/Mahasiswa Rp 40.000,-
Umum Rp 60.000,-
(Seminar Kit, Snack, Lunch, Co Card, Sertifikat, Marchandise)

Pendaftaran seminar dapat dilakukan di :
Sekretariat FOTKOM 401, Gd. Ahmad Yani Lt. 1 Kampus 2 FISIP, UPN Veteran Yogyakarta pkl. 10.00-16.00 WIB atau via rekening BCA ke No. Rek 0372518853 a/n Sekar Senja Diwani

Contact person :
Senja : 085643418912
@RaKartikaD (TIKA) 085643255166
@BulanFotografi

Tips Membuat dan Mengolah Video Perjalanan

Peserta pada workshop Travel Video FOCUS 2012
Saat ini media video menjadi tren untuk menceritakan pengalaman bertetirah. Selain bisa merekam suara dan gerakan -dua hal yang tidak dapat dilakukan medium foto- saat ini video semakin digemari karena peralatan yang semakin murah. Hampir setiap DSLR mulai dari entry level hingga professional semua dilengkapi dengan mode perekam video. Bahkan ponsel pintar sekelas iPhone 4S memanjakan penggunanya dengan fitur perekam video berkualitas high definition (HD).

Berbagai situs berbasis video pun bermunculan. Selain Youtube yang masih bertahan, Vimeo adalah portal baru yang sering dimanfaatkan para pekerja kreatif untuk menggunggah karya. Di Vimeo, hampir setiap hari ada travel video yang diunggah meliputi berbagai tempat di seluruh dunia. Beberapa travel video paling populer bahkan ditonton puluhan ribu hingga jutaan kali. Termasuk video Giri Prasetyo yang berjudul “Homeland” yang digarap pada pertengahan 2011 lalu.

Acara dipandu oleh Purwo Subagiyo, digital strategist National Geographic Indonesia.

Pada gelaran FOCUS 2012, Majalah National Geographic mengadakan acara bertajuk “Tips Membuat dan Mengolah Video Perjalanan” dengan narasumber Giri Prasetyo. Pada sesi selama dua jam ini Giri membagi pengalamannya dalam membuat travel video yang menarik.

Menurut lelaki yang siang itu menggunakan setelan jeans dan kaos berwarna hitam, video adalah media yang sangat persuasif. Penyampaiannya tergantung pada mood yang diinginkan oleh sang videografer. Berbeda dengan foto, dokumentasi berupa video mengandung rangkaian drama, alur cerita, audio, emosi, ekspresi serta pengalaman. Media video memungkinkan eksplorasi yang lebih luas ketimbang foto.

Giri mengatakan, travel video yang baik musti jujur dan bercerita. Video yang jujur tidak hanya menggambarkan keindahan sebuah destinasi, tapi juga keadaan sosial di sekitarnya. Sehingga ciri khas sebuah daerah bisa terlihat tanpa harus dipoles opini pembuatnya.

Sang videografer juga perlu memiliki kedekatan pada obyek yang diambil. Semakin intim, maka obyek tidak akan canggung di depan kamera. Sebagai pendukung, sebaiknya seorang videografer membuat perencanaan kecil, sehingga tidak buta sama sekali terhadap destinasi yang dikunjungi.

Giri juga memutar beberapa karya video perjalanan yang sudah ia buat dengan latar belakang berbagai tempat menarik di Indonesia. Seperti video “Homeland” yang ia buat di Bromo, “Fadaelo” di Pulau Komodo, “Cerita Caci” di Manggarai, “Poem of The Sea” di Karimunjawa, termasuk karya video terakhirnya berjudul “Vaastu” yang dibuat di Jember. Anastasya, seorang pengunjung yang datang pada acara ini mengatakan dalam akun twitternya,”Video-videonya bagus. Cool bro.”

“Pesertanya cukup banyak, lebih dari tujuh puluh orang,” kata Purwo Subagiyo, digital strategist National Geographic Indonesia yang mengurus persiapan acara ini. Bahkan beberapa pengunjung datang dari luar kota. Moderator Forum National Geographic wilayah Tangerang Selatan, Ary Hartanto mengatakan,”Video menjadi kiblat baru bagi para traveler yang ingin berkarya dan mendokumentasikan perjalanannya.”

Foto bersama komunitas National Geographic Indonesia

Kunjungi karya Giri Prasetyo pada akun Vimeo miliknya.

Event: Tips Membuat dan Mengolah Video Perjalanan

Tips Membuat dan Mengolah Video Perjalanan

Bepergian tanpa mendokumentasikan momen perjalanan baik dalam bentuk foto maupun video akan terasa kurang lengkap sekali. Dengan perkembangan teknologi saat ini, video semakin melengkapi peran foto dalam mendokumentasikan momen menjadi lebih menarik dan inspiratif.

Melalui kesempatan kali ini, forum National Geographic Indonesia dalam acara FOCUS Imaging 2012 ingin mengajak teman-teman untuk berdiskusi bersama Giri Prasetyo, moderator Forum NGI reg Surabaya yang juga bergabung di Hifatlobrain.

Kita akan berdiskusi dan berbagi tips dalam merencanakan, membuat, dan mengolah video perjalanan yang menarik. Beberapa karya Giri bersama teman-teman di Hifatlobrain bisa disimak di http://vimeo.com/potionus

Pembicara
Giri Prasetyo
(Moderator Forum NGI regional Surabaya)

Waktu dan Tempat
Sabtu, 3 Maret 2012
13.00-15.00 WIB
Summit Lounge
JCC Senayan Jakarta
(Rangkaian Event FOCUS Imaging 2012)

Acara free, tidak dipungut biaya. Tempat terbatas

Pendaftaran via form dibawah ini atau mengunjungi booth forumNGI dipameran FOCUS 2012

Informasi Kegiatan
Fotokita.net
Email : event@nationalgeographic.co.id
FB: http://nationalgeographic.co.id/facebook
Twitter: @fotokitanet dan @NGIndonesia

Pameran Foto FOTOKITA Award 2011

National Geographic Indonesia dan Canon Datascrip

Mempersembahkan
Malam Penghargaan Pemenang dan Pameran Foto
FOTOKITA AWARD 2011

Sepanjang tahun 2011 lalu, National Geographic Indonesia, Fotokita.net, didukung Canon Datascrip menyelenggarakan kontes foto bertema “Populasi Tujuh Miliar”.

Acara ini merupakan salah satu upaya National Geographic Indonesia guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan dampak pertumbuhan populasi dunia yang mencapai tujuh miliar jiwa pada tahun 2011.

Selama periode lomba, terkumpul 15.221 foto tunggal dan 678 foto cerita, yang benar-benar membuka mata kita semua akan problema sekaligus peluang yang akan kita hadapi seiring pertumbuhan jumlah manusia di planet yang kian renta ini.

Sebagai bagian dari rangkaian Fotokita Award 2011, kami pun menyelenggarakan acara Penganugerahan dan Pameran Foto Fotokita Award 2011.

Pembukaan dan Pengumuman Pemenang
Jumat, 10 Februari 2012
18.00-21.00 WIB

Pameran Foto
10–19 Februari 2012
Blitz Atrium West Mall level 8
Grand Indonesia Shoping Town
Jl. MH Thamrin No. 1 Jakarta

Informasi Kegiatan
Fotokita.net
Email : event@nationalgeographic.co.id
FB: http://nationalgeographic.co.id/facebook
Twitter: @fotokitanet dan @NGIndonesia

Pengumuman Pemenang Kontes Foto Gethomesafely

Motor di JPO oleh Herianus

Kontes Foto Gethomesafely yang diselenggarakan oleh National Geographic Indonesia dan Autocillin akhirnya telah berakhir. Kontes foto yang berlangsung selama kurang lebih 2 bulan, dengan entri foto sebanyak 1.445 foto telah menemukan juaranya dan melewati fase penjurian yang berlangsung tanggal 25-1-2012 kemarin.

Dewan juri sempat kesulitan memilih foto pemenang yang beragam dari segi momen maupun eksekusinya. Banyak rekaman gambar yang menyajikan sisi positif maupun negatif realita berkendara dijalanan. Ada juga momen menyedihkan kecelakaan fatal di jalan raya yang sangat mengerikan. Tak kalah seru, unsur humor yang menjadi kiasan juga menarik untuk direkam yang menjadikannya sindiran tidak langsung bagi pengendara agar lebih hati-hati dalam berkendara di jalanan.

Akhirnya selamat untuk para pemenang. Galeri foto pemenang bisa dilihat di tautan ini:

http://bit.ly/IWGHSget

Terus berkarya dan semoga bisa menginspirasi orang lain dengan foto-foto yang tidak sekedar indah namun penuh makna.

Salam
Purwo Subagiyo
Digital Strategist
National Geographic Indonesia