<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog - Komunitas Fotografi National Geographic Indonesia</title>
	<atom:link href="http://blog.fotokita.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.fotokita.net</link>
	<description>Indah Bermakna</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 13:20:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Arogansi Pemotret dan Etika Fotografi</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/05/arogansi-pemotret-dan-etika-fotografi/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/05/arogansi-pemotret-dan-etika-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 13:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purwo Subagiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FK-wan]]></category>
		<category><![CDATA[FKshare]]></category>
		<category><![CDATA[FKstory]]></category>
		<category><![CDATA[FKtips]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[photography101]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=2020</guid>
		<description><![CDATA[Text: Bernard T. Wahyu Wiryanta Foto:  Zulkarnaen SL / FOTOKITA Kejadian yang selalu terulang dan membuat sedih adalah ketika ada upacara keagamaan yang menarik untuk difoto seperti Waisak di Candi Borobudur dan pelaksanaan Shalat Ied di beberapa tempat khusus yang spesifik dan lain daripada yang lain. Juga beberapa perayaan adat lain. Biasanya prosesi ini akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/waisak1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2022" title="waisak" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/waisak1.jpg" alt="" width="929" height="515" /></a>Text: <a href="http://forum.nationalgeographic.co.id/topic.php?post=46069#post46069">Bernard T. Wahyu Wiryanta</a> Foto:  <a href="http://fotokita.net/anggota/zulkarnaensl/foto">Zulkarnaen SL</a> / FOTOKITA</p>
<p>Kejadian yang selalu terulang dan membuat sedih adalah ketika ada  upacara keagamaan yang menarik untuk difoto seperti Waisak di Candi  Borobudur dan pelaksanaan Shalat Ied di beberapa tempat khusus yang  spesifik dan lain daripada yang lain. Juga beberapa perayaan adat lain.</p>
<p>Biasanya  prosesi ini akan menarik minat para pemotret untuk mengabadikannya  dalam bentuk foto. Tapi yang paling parah adalah upacara Waisak di  Borobudur. Tidak seperti 15 tahun yang lalu ketika saya meliput upacara  di Candi Budha terbesar di Asia Tenggara ini. Waktu itu masih sedikit  pemotret dan masih santun dan menghargai prosesi upacara ini.</p>
<p>Setelah  era digital, dan hoby fotografi menjadi murah, akhir-akhir ini jumlah  pemotret di Candi Borobudur membludak. Seolah-olah kegiatan fotografi  ini sudah menjadi bagian dari ritual Waisak ini sendiri. Celakanya para  pemotret ini sudah tidak lagi menghargai prosesi keagamaan ini,  seolah-olah para jemaat yang sedang berdoa ini menjadi obyek wisata yang  dengan seenaknya bisa difoto secara frontal.</p>
<p>Para Bikhu yang  sedang melakukan ibadah ini sudah mulai terganggu dengan polah ribuan  pemotret yang berebut mencari momen. Bahkan beberapa ada yang sengaja  melanggar batas dan memotret mereka hadap-hadapan, tanpa sopan santun  dan etika sama sekali. Kadang menggunakan lensa normal, seperti mau  memotret makro wajahnya saja.</p>
<p>Selain di Borobudur, kasus serupa  sering juga terjadi ketika Shalat Ied di Sunda Kelapa. Kasusnya sama,  umat Muslim yang sedang beribadah diganggu oleh para pemotret.</p>
<p>Selain upacara keagamaan, beberapa upacara adat di beberapa daerah pun demikian.<br />
Kadang  beberapa bulan kemudian foto-foto tersebut kemudian muncul di Kalender,  iklan, atau media lainnya. Beberapa juga ada yang menang lomba foto dan  mendapat hadiah sampai jutaan rupiah. Pertanyaan saya, apakah ketika  memotret mereka meminta izin dan memberitahukan penggunaan foto ini ke  depan.</p>
<p>Sesuai UU Hak Cipta, foto yang menampilkan orang berapapun  jumlahnya harus mendapat izin dari orang yang ada dalam foto tersebut.  Jika kemudian tanpa izin dan dituntut maka pemotret bisa kena sanksi  pidana penjara dan/atau denda.</p>
<p>Tapi buat saya, yang  memprihatinkan bukan masalah pelanggaran hak ciptanya, tapi masalah  etika para pemotret yang sudah dalam taraf mengganggu orang yang difoto,  terutama dalam upacara keagamaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/05/arogansi-pemotret-dan-etika-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips fotografi petualangan dari Tyler Stableford</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/05/tips-fotografi-petualangan-dari-tyler-stableford/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/05/tips-fotografi-petualangan-dari-tyler-stableford/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 03:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purwo Subagiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FKlink]]></category>
		<category><![CDATA[FKtips]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[photography101]]></category>
		<category><![CDATA[Tyler Stableford]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=2005</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang tersirat dibenak Anda ketika pertama kali mendengar istilah fotografi petualangan? Mungkin bagi sebagian fotografer, fotografi petualangan terdengar masih asing. Namun demikian,  genre fotografi ini ternyata diminati dan ada beberapa nama besar fotografer di Indonesia yang juga menggelutinya. Sabtu 5 mei 2012 kemarin, bertempat di epicentrum XXI kuningan Jakarta, dunia fotografi Indonesia patut berbangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2013" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG_1993-copy.jpg"><img class="size-full wp-image-2013" title="IMG_1993-copy" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG_1993-copy.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">Tyler Stableford/Purwo Subagiyo</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Apa yang tersirat dibenak Anda ketika pertama kali mendengar istilah fotografi petualangan? Mungkin bagi sebagian fotografer, fotografi petualangan terdengar masih asing. Namun demikian,  genre fotografi ini ternyata diminati dan ada beberapa nama besar fotografer di Indonesia yang juga menggelutinya.</p>
<p>Sabtu 5 mei 2012 kemarin, bertempat di epicentrum XXI kuningan Jakarta, dunia fotografi Indonesia patut berbangga karena fotografer petualang ternama,  Tyler Stableford mengadakan seminar foto untuk pertama kalinya.</p>
<p>PT. Datascrip sebagai pihak penyelenggara tidak salah mengundang Tyler sebagai pembicara utama. Karya Tyler telah meraih banyak penghargaan hingga Men’s Journal menjulukinya sebagai salah satu dari 7 fotografer petualangan terbaik dunia.</p>
<p>Dalam kesempatan seminar tersebut, Tyler yang tinggal di Aspen Colorado membagi tips dan trik dalam menggeluti fotografi petualangan. Tinggal dalam lingkungan ekstrim pegunungan salju memudahkannya dalam bereksperimen menghasilkan foto-foto bertema-kan petualangan yang memukau.</p>
<p>Berikut ini lima tips dari Tyler Stableford untuk menghasilkan foto petualangan yang baik:</p>
<p>1.       Memotretlah ke arah matahari</p>
<div id="attachment_2006" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/176.jpg"><img class="size-full wp-image-2006" title="John Nicoletta and Kate Olson skiing powder and jumping cliffs at Snowmass, Aspen/Snowmass, Colorado." src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/176.jpg" alt="" width="800" height="533" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.tylerstableford.com/</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Jangan pernah ragu untuk mengarahkan kamera kea rah matahari. Aturlah komposisi dengan matahari sebagai penghias utama gambar Anda. Matahari secara tidak langsung akan memberikan dimensi pencahayaanyang berbeda terhadap foto Anda terutama untuk efek <em>lens flare.</em></p>
<p><em>2. </em>Memotret dengan memajukan <em>“depth of field”</em></p>
<div id="attachment_2008" class="wp-caption aligncenter" style="width: 373px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/280.jpg"><img class="size-full wp-image-2008" title="F-16 fighter pilots" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/280.jpg" alt="" width="363" height="544" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.tylerstableford.com/</p></div>
<p>Selalu fokus dengan pesan yang ingin disampaikan dalam foto. Selektif terhadap fokus objek foto. Gunakan permainan ruang tajam kedalaman foto untuk menghasilkan foto yang baik. Majukanlah unsur foto utama Anda dan buatlah foto yang tidak mendukung dengan efek blur dengan bermain ruang tajam.</p>
<p>3.       Jauhkan lampu kilat dari bodi kamera.</p>
<div id="attachment_2010" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/174.jpg"><img class="size-full wp-image-2010" title="174" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/174.jpg" alt="" width="800" height="511" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.tylerstableford.com/</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Dengan menggunakan lampu kilat di bodi kamera makan akan menghasilkan foto yang datar, seperti snapshot. Selalu hindari pemakaian lampu kilat dari bodi kamera. Gunakan pencahayaan lampu kilat yang jauh dari kamera. Lampu kilat bisa digunakan dikanan atau kiri objek dan bahkan di latar belakang objek agar menghasilkan foto yang kreatif dan berdimensi.</p>
<p>4.       Jangan letakan obyek foto di tengah gambar.</p>
<div id="attachment_2011" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/139.jpg"><img class="size-full wp-image-2011" title="139" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/139.jpg" alt="" width="800" height="462" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.tylerstableford.com/</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Foto yang baik tidak selalu menempatkan objek foto tepat di tengah gambar. Gunakan ruang lain selain ditengah foto seperti kanan dan kiri atau sudut atas dan bawah.</p>
<p>5.       Gunakan lensa lebar dan panjang.</p>
<div id="attachment_2012" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/37.jpg"><img class="size-full wp-image-2012" title="37" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/05/37.jpg" alt="" width="800" height="534" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.tylerstableford.com/</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Untuk hasil foto yang terlihat baru dan berbeda, gunakan lensa sudut lebar dan bahkan telephoto. Dengan menggunakan lensa lebar foto akan terlihat sangat besar dan bisa merekan kemegahan suatu objek. Jangan takut juga bermain dengan telephoto. Lensa telefoto dengan minimum 200mm bisa mendekatkan objek dan mengisolir foto latar belakang agar menjadi kuat dan lebih menarik.</p>
<p>Untuk menikmati karya foto Tyler yang lain silakan berkunjung ke situsnya: <a href="http://www.tylerstableford.com/">http://www.tylerstableford.com/</a></p>
<p>Salam<br />
<a href="http://www.purwoshop.com/2012/05/04/tentang-tyler-stableford/">Purwo Subagiyo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/05/tips-fotografi-petualangan-dari-tyler-stableford/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dipersiapkan, Kamera Terbesar di Dunia</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/05/dipersiapkan-kamera-terbesar-di-dunia/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/05/dipersiapkan-kamera-terbesar-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 04:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purwo Subagiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[FKshare]]></category>
		<category><![CDATA[photography101]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=2002</guid>
		<description><![CDATA[Steve Hamblin/Corbis Kamera yang akan menjadi bagian dari teleskop, tengah dibangun dan diperkirakan akan selesai pada 2014 mendatang. Kamera digital terbesar di dunia, baik secara fisik dan kapasitas, akan segera terealisasi. Kamera yang akan menjadi bagian dari Large Synoptic Survey Telescope (LSST) sekarang telah memasuki fase desain. Ini adalah langkah awal untuk perakitan yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 id="maintitle"></h1>
<div><img src="http://nationalgeographic.co.id/media/daily/620/0/201204271120470/b/dipersiapkan-kamera-terbesar-di-dunia.jpg" alt="lensa,kamera" /></div>
<div>Steve Hamblin/Corbis</div>
<div></div>
<div>
<h2 id="subtitle">Kamera yang akan menjadi bagian dari teleskop, tengah dibangun dan diperkirakan akan selesai pada 2014 mendatang.</h2>
</div>
<div id="content">
<p>Kamera digital terbesar di dunia, baik secara  fisik dan kapasitas, akan segera terealisasi. Kamera yang akan menjadi  bagian dari <em>Large Synoptic Survey Telescope</em> (LSST) sekarang telah memasuki fase desain. Ini adalah langkah awal untuk perakitan yang akan memakan waktu dua tahun.</p>
<p>Kamera ini nantinya akan mengambil foto-foto dari benda yang ada di  luar Bumi. LSST akan melakukan survei selama tiga malam dan mengambil  gambar yang setara dengan 800.000 foto berkapasitas delapan <em>megapixel</em>.</p>
<p>Selama tiga malam itu, LSST akan mengambil data sebanyak 30 <em>terabytes</em> tiap malamnya. Kamera yang mampu mengambil gambar dengan spesifikasi  seperti itu adalah kamera dengan bobot tiga ton dan mampu menangkap area  dengan luas 49 kali luas Bulan dalam satu <em>frame</em>. Gambar lebar dan dalam ini akan menangkap setiap benda yang dekat dengan bumi, dari <em>dark matter</em> hingga <em>dark energy</em>.</p>
<p>DOE dan <em>National Science Foundation</em> yang turut membantu  dalam pembangunan kamera ini akan selesai pengerjaan pada tahun 2014.  Walaupun masih dalam tahap desain, beberapa bagian kecil mulai  dilakukan. Seperti pemasangan cermin sebesar 8,4 meter dan pembangunan  rumah teleskop di Cerro Pachon, Chili Utara.<br />
(<em>Arief Sujatmoko. Sumber: popsci</em>)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/05/dipersiapkan-kamera-terbesar-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Introduction to Night Photography</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/04/introduction-to-night-photography/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/04/introduction-to-night-photography/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 04:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purwo Subagiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[FKlink]]></category>
		<category><![CDATA[FKshare]]></category>
		<category><![CDATA[FKtips]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[photography101]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=1994</guid>
		<description><![CDATA[When speaking about night photography and what there is to it, the first thought is long exposure, car light trails, etc. While this is correct, there is a lot more to night photography and since we have more time for our exposure, this might mean endless fun. The essentials: tripod, remote and gloves It is [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/04/20120127-IMG_0856.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1995" title="20120127-IMG_0856" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/04/20120127-IMG_0856.jpg" alt="" width="600" height="398" /></a></p>
<p>When speaking about night photography and what there is to it, the first thought is long exposure, car light trails, etc. While this is correct, there is a lot more to night photography and since we have more time for our exposure, this might mean endless fun.</p>
<p><strong>The essentials: tripod, remote and gloves</strong></p>
<p>It is correct to start thinking long exposure for night photography, and therefore this might seem trivial, but no need to read further if you are not ready to carry a tripod for night photography. There is no long exposure without a stable support for your camera.<br />
Besides a good sturdy tripod, a remote control is very handy. I typically prefer the wired controls rather than infrared for two reasons:</p>
<p>* Battery sometimes fail and having the wired exempts you from one point on your checklist before going out<br />
* Settings on your camera might need to be changed to turn on the infrared receiver whereas the wired control always works; you don’t want to miss out on that shot just because your camera settings were reset (on turn off or timeout)</p>
<p>Lastly, temperatures at night drop significantly and unless on a nice summer night, you don’t want to be taken by the cold and would prefer to be comfortably covered so that you can take all the time you want for your shots. The most important piece is your gloves. Carry them with you as you will probably be holding your (wired) remote control out for most of your shooting session. Put them on early, before being cold as the cold will last much longer after you have them on.</p>
<p>A few techniques</p>
<p><strong>Zooming</strong></p>
<p>Zooming is a simple technique that consists changing the focal length (i.e. zooming) while the shutter is open. As you are zooming in, the elements that were in the center of your picture are moving outwards (when zooming out, the elements from the corners move towards the center). In order to realize this shot properly, start from a known position with a known exposure time.</p>
<p>Take the basic shot and check that everything is right. For instance, in the picture of the UN headquarters, start by framing properly the building, and exposing for 4 seconds.</p>
<p>Think about what you want to add by zooming. Here we wanted to add the light trails and the light mark at the end. So we added 2 seconds, took the shot again and started zooming in approximately after 4 seconds (the base shot) for one second and let the lights mark on the zoomed in position for the last second.</p>
<p>Everything is approximate and you will have to try a couple of times before getting the desired result but plan your shot and try to envision the result before shooting and you will be amazed by the results. One more tip: position your hand on the zoom ring prior to beginning the exposure, you will avoid the camera shake when coming in contact for zooming and ensure a smooth zoom.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Light Painting</strong></p>
<p>You can use a light to paint elements of the shot that you would want to brighten for your shot. Typically you will use a long shutter speed to allow yourself time to turn on the light and paint. You can experiment both with direct light on the shot or a projected light, with a flashlight, an off camera flash or any light emitting source. In the example here, we went to a 20 second exposure and made sure that the background was properly exposed. Then, with a flash light we wrote I [heart] NYC in the air.</p>
<p><strong>Timing and patterns</strong></p>
<p>While doing these exercises you will realize that at night timing is everything. I assumed you are also carrying a watch or a cellphone to use as stopwatch. Check what is around you and how you could take onto a shot events that are not supposed to appear together.</p>
<p>I believe, one of the best examples would be a traffic light. Each of the three colors alternate but a long enough exposure will make all three appear together.</p>
<p>For this shot, start by measuring the length of the yellow (here 3 seconds) multiply by 3 and take the closest shutter speed available on your camera (here 10 seconds). Now measure the length of the green light (here 20 seconds) and next time the light turns green, start exposing a bit before second 17 (20-3). As a result you will capture 3 seconds of green, 3 seconds of yellow and 3 seconds of red (and 1 second lost somewhere in the approximation).</p>
<p><strong>Mirror Lock</strong></p>
<p>This is more a tip than a technique but you will notice that your camera moves as the mirror is moving inside. Some offer the option to lock the mirror, that is, to open the shutter before the capture. Then another press on the remote will start the capture. The first few times, you will forget about the option but it is a neat feature and you will easily notice the improved sharpness of your pictures.</p>
<p>While you might have read about these techniques already, there is nothing better than going out and trying them yourself. We work with our guests on these techniques during our New York by Night photo tour and it is interesting to notice how many guests had heard about the techniques but had never tried them. Once they try, they are so amazed and so much in love that they want to apply them at each opportunity.</p>
<p>Sam Levy is the founder of citifari. citifari offers photo tours in New York City. Structured as a 2-1/2 hour practical workshop, citifari tour helps you get comfortable with your camera settings and take great shots in New York City. Connect with them at their website, on Facebook, Pinterest, Twitter or Tumblr.</p>
<p>Source &amp; Read more: <a href="http://digital-photography-school.com/introduction-to-night-photography">http://digital-photography-school.com/introduction-to-night-photography</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/04/introduction-to-night-photography/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EVENT: Discover The Wonder Of Borneo</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/04/event-discover-the-wonder-of-borneo/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/04/event-discover-the-wonder-of-borneo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 14:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purwo Subagiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[FKstory]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[photography101]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=1991</guid>
		<description><![CDATA[Loading&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/04/Borneo-Festival-Poster-NGI.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1992" title="Borneo Festival Poster NGI" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/04/Borneo-Festival-Poster-NGI.jpg" alt="" width="896" height="1280" /></a></p>
<p><iframe src="https://docs.google.com/a/nationalgeographic.co.id/spreadsheet/embeddedform?formkey=dFBwWElLSDZXWFowMGEtVWFPX1Zla0E6MQ" width="760" height="831" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0">Loading&#8230;</iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/04/event-discover-the-wonder-of-borneo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih dekat dengan fotografer National Geographic</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/04/lebih-dekat-dengan-fotografer-national-geographic/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/04/lebih-dekat-dengan-fotografer-national-geographic/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 02:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purwo Subagiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[FKshare]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[photography101]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[National geographic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=1988</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal dengan majalah National Geographic? Majalah dengan ciri khas kuning dan visualisasi foto yang memukau ini selalu memiliki pencintanya sendiri. Tak terkecuali saya, sampai-sampai saking bagusnya karya foto di dalam majalah ini membuat sebagian orang menyebutnya sebagai majalah fotografi. Tidak salah juga sih kalau masih ada orang yang menyebut majalah ini majalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img title="The Photo Society - NG" src="http://www.purwoshop.com/wp-content/uploads/2012/03/The-Photo-Society-NG-562x1024.jpg" alt="" width="555" height="1011" /></p>
<p>Siapa yang tak kenal dengan majalah National Geographic? Majalah  dengan ciri khas kuning dan visualisasi foto yang memukau ini selalu  memiliki pencintanya sendiri. Tak terkecuali saya, sampai-sampai saking  bagusnya karya foto di dalam majalah ini membuat sebagian orang  menyebutnya sebagai majalah fotografi.</p>
<p>Tidak salah juga sih kalau masih ada orang yang menyebut majalah ini  majalah fotografi. Sejak didirikan tahun 1.888 silam, hingga saat ini  peran foto memang selalu menjadikan ciri yang utama dari setiap  terbitannya. Mungkin kalau dirunut sejak awal berdiri, ada ratusan  fotografer yang telah berkontribusi untuk majalah ini. Banyak nama besar  lahir ketika berkarya dalam bingkai kotak kuning, tentunya mereka  adalah orang-orang hebat dibalik lensa kamera yang merekam banyak momen  berharga.</p>
<p>Nah yang jadi menarik adalah, bagaimana kalau semua fotografer  tersebut berkumpul dalam satu kesatuan dengan benang merah persamaan,  yaitu kotak kuning? Mungkin jawabannya adalah The Photo Society.</p>
<p>Seperti dikutip dari penjelasan situsnya:</p>
<h1>About The Photo Society</h1>
<blockquote><p>Explaining  the diversity of this group is the easiest  way to answer the question,  “How do I become a National Geographic  photographer?” I usually answer  this question by saying: “It is not  easy or glamorous (see <a href="http://thephotosociety.org/reality-check/" target="_blank">Reality Check</a>).   And this is not where you begin your career. You are competing with   world-class documentary photographers and within that genre there are   men and women who are the absolute best at their specialty. There are a   number of specialists — underwater photographers with different skills —   one works in very deep water; a couple photograph at all depths and   temperatures; one dives in caves, another holds his breath under whales;   and then there is a guy who just works in puddles. One photographer   travels all over the world to strap a big fan on his back to shoot   aerials. There is a bug guy, an archeology specialist, and a number of   folks that photograph critters. There are climbers, conflict   photographers, portrait photographers and landscape specialists.” Then I   usually end with how amazed I am that I can survive in this crowd as a   generalist… in such esteemed company.   <em><a href="http://thephotosociety.org/member/randy-olson/">Randy Olson</a></em></p></blockquote>
<p>Menurut saya, dengan hadirnya the photo society akan memberikan  banyak manfaat untuk semua pihak. Tidak hanya bagi fotografer, namun  juga bagi pembaca secara luas. Selain nostalgia, diskografi kary<em>a </em>fotograferpun  menjadi medium yang menarik untuk disimak. Selain tentunya bisa  menambah “order” kerja tambahan dari pihak yang tertarik karena memang  karyanya juga baik.</p>
<div id="attachment_1875"><a rel="attachment wp-att-1875" href="http://blog.fotokita.net/?attachment_id=1875"></a>Members &#8211; The Photo Society</p>
</div>
<p style="text-align: center;"><img title="Members - The Photo Society" src="http://www.purwoshop.com/wp-content/uploads/2012/03/Members-The-Photo-Society-168x1024.jpg" alt="" width="168" height="1024" /></p>
<p>Nama-nama besar fotografer National Geographic dengan mudah tersaji  disitus ini. Kita tinggal menyimak karya yang paling disukai lalu bisa  belajar dari mereka secara langsung di web. Terdapat data lengkap yang  bisa dihubungi kepada fotografernya langsung. Cukup dengan minimal 1  kali membuat liputan foto di majalah NG sudah bisa langsung bergabung,  tentunya setelah melewati tahap verifikasi. Sayangnya untuk list member  yang ada, saya belum melihat nama fotografer dari Indonesia. Mudah2an  saja bisa dan segera ada yang bergabung.</p>
<p>Semoga dengan terciptanya situs ini bisa membawa banyak manfaat.  Tidak hanya untuk proses inspirasi, tetapi juga hingga proses eksekusi.  Sehingga nantinya pembaca bisa benar-benar menjiwai semangat dari NG itu  sendiri. Kent Kobersteen (Director of Photography at National  Geographic magazine /1987-2005) menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang  fotografer NG yang baik ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.</p>
<p>Menurut Kobersen, dia tidak akan memilih fotografer yang memiliki  “mata” yang bagus. Dia akan memilih fotografer yang bisa bekerja keras.  Baginya, fotografer yang memiliki “mata” yang bagus tidak akan berguna  kalau ia malas <img src="http://www.purwoshop.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /> Nah kira-kira seperti itulah gambaran singkatnya. Alhasil, karya foto  disitus ini dengan nama besarnya adalah sebuah proses panjang dengan  jerih payah hasil kerja keras.</p>
<p>Salam<br />
<a href="http://www.purwoshop.com/2012/03/21/lebih-dekat-dengan-fotografer-national-geographic/">Purwo Subagiyo</a></p>
<p>Sumber:</p>
<ul>
<li>http://thephotosociety.org</li>
<li>http://www.petapixel.com/2012/02/23/what-it-takes-to-be-a-national-geographic-photographer/</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/04/lebih-dekat-dengan-fotografer-national-geographic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Event: Kontes Design Infografik</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/04/event-kontes-design-infografik/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/04/event-kontes-design-infografik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 03:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purwo Subagiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[infografik]]></category>
		<category><![CDATA[infografis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=1980</guid>
		<description><![CDATA[Tentang Infografisme Infografisme adalah kontes desain infografik pertama di Indonesia yang terbuka untuk umum. Kontes ini dibuka mulai April 2012 dan akan ditutup pada 16 Mei 2012. Karya-karya yang telah masuk akan dipilih dan ditentukan pemenangnya. Penjurian kontes Infografisme akan dilakukan oleh sejumlah praktisi di bidang desain grafis dan video. Informasi pengumuman pemenang bisa Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/04/Infografisme_NGI.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1984" title="Infografisme_NGI" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/04/Infografisme_NGI.jpg" alt="" width="842" height="1191" /></a></p>
<p><strong>Tentang Infografisme</strong></p>
<p>Infografisme adalah kontes desain infografik pertama di Indonesia yang terbuka untuk umum. Kontes ini dibuka mulai April 2012 dan akan ditutup pada 16 Mei 2012. Karya-karya yang telah masuk akan dipilih dan ditentukan pemenangnya.</p>
<p>Penjurian kontes Infografisme akan dilakukan oleh sejumlah praktisi di bidang desain grafis dan video. Informasi pengumuman pemenang bisa Anda peroleh pada pada 23 Mei 2012 di web ini dan di situs salingsilang.com.</p>
<p>Kontes ini akan memilih 2 (dua) orang pemenang, 1 (satu) pemenang untuk kategori Videografik dan 1 (satu) pemenang untuk kategori Infografik.</p>
<p><strong>Peraturan</strong></p>
<p>Kontes terbagi atas 2 kategori: Infografik dan Videografik. Kontes ini dimulai April 2012 dan ditutup pada 16 Mei 2012.  Penjurian akan dilakukan pada 23 Mei 2012 dan pemenang akan diumumkan pada 26 Mei 2012.</p>
<p>Yang dinilai dari infografik atau videografik, meliputi: proses, perkembangan, perbandingan, peta masalah, warna, jenis huruf, layout dan sistematika penjabaran data, serta pesan yang disampaikan (cerita dan unsur informatif).</p>
<p><strong>KONTES INFOGRAFIK</strong></p>
<p>1. Kontes terbuka untuk umum<br />
2. Tema infografik bebas<br />
3. Infografik adalah hasil orisinal dan belum pernah dilombakan sebelumnya<br />
4. Penilaian infografik didasarkan pada orisinalitas ide, desain, kreativitas, dan keakuratan data.<br />
5. Diperkenankan untuk menggunakan data dari luar negeri dengan tetap menyertakan sumber data di dalam infografik<br />
6. Format Infografik bisa landscape atau portrait dengan ukuran maksimal A4<br />
7. Diharapkan melampirkan judul dan deskripsi singkat mengenai Infografik tersebut<br />
8. Setiap peserta maksimal mengirimkan 3 karya infografik.<br />
9. Apabila ada foto di dalam Infografik dimohon untuk menyebutkan sumber foto.<br />
10. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak bisa digugat.</p>
<p><strong>KONTES VIDEOGRAFIK</strong></p>
<p>1. Kontes terbuka untuk umum<br />
2. Peserta hanya bisa mengirimkan karya videografiknya melalui e-mail.<br />
3. Tema videografik bebas.<br />
4. Penilaian didasarkan pada orisinalitas ide, desain, kreativitas, dan keakuratan data.<br />
5. Videografik adalah hasil orisinal dan belum pernah dilombakan sebelumnya<br />
6. Diperkenankan untuk menggunakan data dari luar negeri dengan tetap menyertakan sumber data di dalam videografik.<br />
7. Videografik sudah diunggah oleh peserta ke Youtube atau Vimeo, lalu kirim link video tersebut dalam e-mail<br />
8. Diharapkan melampirkan judul dan deskripsi singkat mengenai Videografik tersebut.<br />
9. Setiap peserta maksimal mengirimkan 3 karya videografik.<br />
10. Apabila di dalam video terdapat musik atau lagu yang diambil dari artis/penyanyi, maka peserta dimohon untuk menyebutkan sumbernya.<br />
11. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak bisa digugat.</p>
<p><strong>PRASYARAT UMUM</strong></p>
<p>1. Kontes ini terbuka untuk umum, WNI, perorangan atau kelompok<br />
2. Kontes ini tertutup bagi panitia, dewan juri, karyawan Salingsilang.com dan keluarganya<br />
3. Kontes ini tidak memungut biaya apapun<br />
4. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu infografik<br />
5. Peserta wajib melampirkan surat pernyataan yang menjelaskan bahwa karyanya belum pernah dipublikasikan dan merupakan hasil karya sendiri<br />
6. Melampirkan data diri dan foto copy KTP, SIM, Paspor atau Kartu pelajar<br />
7. Infografik bisa langsung diunggah ke website resmi “Infografisme”<br />
8. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 26 Mei 2012 di situs infografisme.com ini dan salingsilang.com</p>
<p>Hadiah Kontes Infografisme untuk 2 pemenang, masing-masing berupa 1 unit radio kayu unik Magno Cube &amp; Rec WR03-RECT special edition.</p>
<p>Pengiiriman karya: <a href="http://infografisme.com/submit">http://infografisme.com/submit</a></p>
<p>Info lengkap:</p>
<p>Panitia Kontes Infografisme<br />
TW: <a href="http://twitter.com/#!/idinfografisme">@IDInfografisme<br />
</a> FB: infografisme<br />
E-mail: <a title="Tanya Infografisme" href="mailto:%20kontak@infografisme.com" target="_blank">kontak@infografisme.com</a><br />
Telp: 021-7250616<br />
Faks: 021-7262154</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/04/event-kontes-design-infografik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inovasi Fotografis dari Lytro</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/03/inovasi-fotografis-dari-lytro/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/03/inovasi-fotografis-dari-lytro/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 02:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayos</dc:creator>
				<category><![CDATA[FKshare]]></category>
		<category><![CDATA[FKtips]]></category>
		<category><![CDATA[photography101]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=1968</guid>
		<description><![CDATA[Persaingan dalam dunia fotografi tidak pernah berhenti. Setiap perusahaan memiliki divisi riset yang menentukan inovasi baru yang menjadi fitur kamera masa depan. Inovasi itu tidak sebatas pada kamera profesional saja. Nokia bahkan akan merilis ponsel berkamera 41 megapiksel dalam waktu dekat. Canon juga menambahkan fitur canggih Moiré filter dalam 5D MarkIII yang sangat berguna bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2011/10/lytro-camera-5.jpg" alt="" /></p>
<p>Persaingan dalam dunia fotografi tidak pernah berhenti. Setiap perusahaan memiliki divisi riset yang menentukan inovasi baru yang menjadi fitur kamera masa depan. Inovasi itu tidak sebatas pada kamera profesional saja. Nokia bahkan akan merilis ponsel berkamera 41 megapiksel dalam waktu dekat. Canon juga menambahkan fitur canggih <em>Moiré filter</em> dalam 5D MarkIII yang sangat berguna bagi para videografer.</p>
<p>Tapi di balik persaingan megapiksel dan kecanggihan sensor, masih ada ranah lain yang bisa dikembangkan. Apalagi menyangkut fotografi untuk hobi. Salah satunya adalah kamera ajaib Lytro, yang membebaskan kita untuk memilih titik fokus bahkan setelah gambar diambil.</p>
<p><img src="http://itpromate.com/wp-content/uploads/2011/10/667678-lytro-camera.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://a57.foxnews.com/img.foxnews.com/static/managed/img/Scitech/660/371/lytro%20camera%20samples.jpg" alt="" /></p>
<p>Teknologi yang dibawa Lytro ini disebut <em>light-field photography</em>, dimana kamera bekerja dengan mengumpulkan cahaya dari berbagai arah dan kemudian diproses oleh <em>software </em>yang ada pada kamera sebagai data 3D dari apapun yang difoto. Terobosan ini memungkinkan pengguna untuk mengambil foto tanpa harus <em>puyeng </em>menentukan fokus terlebih dahulu.</p>
<p>Kamera dengan kemampuan radikal ini diproduksi oleh sebuah perusahaan asal Silicon Valley dan dijual seharga USD 499 (sekitar Rp 4,5 juta) untuk model berkapasitas 16GB. Sedangkan untuk model dengan kapasitas 8GB dihargai USD 399 (sekitar Rp 3,6 juta).</p>
<p>Dalam situsnya, kamera berbentuk balok metal mirip cerutu ini menawarkan apa yang disebut &#8220;cara baru dalam mengambil dan merasakan foto&#8221;. Tampilan antarmuka Lytro sangat sederhana, menyamarkan cara kerjanya yang rumit. Kontrol yang tersedia adalah tombol <em>power </em>dan <em>shutter</em>, serta strip mungil untuk mengatur perbesaran gambar (<em>zoom</em>). Lytro juga dilengkapi sebuah layar sentuh 1,5 inch yang berfungsi untuk membidik dan mengontrol eksposur. Desain Lytro begitu mungil dan elegan, cocok bagi semua level pengguna kamera. Meskipun beberapa keluhan muncul karena desainnya yang terlalu kecil ini, sehingga dirasa tidak ergonomis.</p>
<p><img src="http://panel.mustangcorps.com/admin/fl/upload/files/Lytro-camera.jpg" alt="" /></p>
<p>Sayang kamera ini hanya mampu menghasilkan gambar sekitar 1 megapiksel saja. Untuk kepentingan komersial tentu saja ini bukan kamera yang tepat. Tapi bagi penghobi dan penggiat <em>social media</em>, kamera ini bisa jadi gawai yang seru untuk mengabadikan momen yang ingin Anda bagi.</p>
<p>Menurut beberapa situs, kamera Lytro mulai dijual untuk umum pada bulan April atau Mei mendatang. Kunjungi juga situs <a href="https://www.lytro.com"><strong>Lytro </strong></a>untuk mendapat informasi lebih jauh tentang kamera unik ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/03/inovasi-fotografis-dari-lytro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia di Mata Co Rentmeester</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/03/indonesia-di-mata-co-rentmeester/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/03/indonesia-di-mata-co-rentmeester/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 02:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayos</dc:creator>
				<category><![CDATA[FKshare]]></category>
		<category><![CDATA[photography101]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=1909</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 1950, majalah fotografi LIFE yang pernah menerbitkan edisi khusus tentang Indonesia. LIFE adalah majalah terkemuka untuk urusan fotojurnalistik, mereka memberi penugasan pada Co Rentmeester untuk berkelana keliling Indonesia dan memotret keadaan sosial budaya di dalamnya. Co Rentmeester berfoto bersama dengan anak-anak Bromo 1968 Saat itu Indonesia masih muda. Majalah LIFE menyebut negara ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://4.bp.blogspot.com/-ZGaejfXXOVQ/T1GolqdXKiI/AAAAAAAAGK8/0JButX8Rh3k/s400/Cover+LIFE+Indonesia+South+East+Asia+Special+Issue.jpg" alt="" /></p>
<p>Pada tahun 1950, majalah fotografi LIFE yang pernah menerbitkan edisi khusus tentang Indonesia. LIFE adalah majalah terkemuka untuk urusan fotojurnalistik, mereka memberi penugasan pada Co Rentmeester untuk berkelana keliling Indonesia dan memotret keadaan sosial budaya di dalamnya.</p>
<p><img src="http://3.bp.blogspot.com/-U8tSE0hC3Z4/T1GojawIhGI/AAAAAAAAGK0/8llr2PPZg7E/s400/Co+Rentmeester+berfoto+bersama+dengan+anak-anak+Bromo+1968.jpg" alt="" /><br />
<em>Co Rentmeester berfoto bersama dengan anak-anak Bromo 1968</em></p>
<p>Saat itu Indonesia masih muda. Majalah LIFE menyebut negara ini sebagai zamrud yang memanjang di khatulistiwa, negara yang mengagumkan, indah tiada tara, dan subur.</p>
<p>Rentmeester berkeliling Jawa, menembus rimba Kalimantan tempat habitat Orangutan, hingga menyaksikan kekayaan budaya Bali yang tak mudah luntur. Beberapa foto Rentmeester mengindikasikan proses pengambilan yang intim. Sebuah foto tentang kelahiran bayi di Jawa tentu saja diambil karena melalui proses pendekatan yang tidak gampang. Selain itu foto ini kuat dari segi isi, karena mampu menggambarkan ledakan penduduk Jawa yang masih terasa hingga saat ini.</p>
<p>Namun akhirnya Rentmeester tidak bisa lepas dari mata seorang &#8216;<em>bule</em>&#8216; yang sedang mengagumi kemegahan &#8216;<em>mooi indie</em>&#8216;. Foto-foto lanskap yang ia hasilkan memiliki seluruh elemen tersebut: barisan sawah berundak, gemunung yang tampak di balik halimun, atau seorang gembala yang sedang menuntun kerbau. Sebuah romantisme yang tak pernah hilang dari permukaan selembar <em>postcard </em>tentang Indonesia.</p>
<p>Foto-foto milik Rentmeester adalah dokumentasi yang menarik tentang Indonesia yang masih muda. Ia memotret dengan jujur dalam skala estetika yang pas. Tidak kurang, juga tidak lebih.</p>
<p>Ini adalah beberapa koleksi foto Co Rentmeester tentang Indonesia, diambil dari arsip majalah LIFE. Mana foto yang paling Anda suka?</p>
<p><img src="http://3.bp.blogspot.com/-FsDMPyOe8_c/T1Go1hkkONI/AAAAAAAAGL0/jSE4PDYIZD4/s400/Sunrise+Gunung+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://3.bp.blogspot.com/-RzaB64gshm8/T1GooOINWNI/AAAAAAAAGLE/Ca7GX-G3DvY/s400/Ibu+Koboi+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://1.bp.blogspot.com/-0WBcbx75BJI/T1Go7mCYENI/AAAAAAAAGME/olPPYi66o1c/s400/Wayang+Orang+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://1.bp.blogspot.com/--S1Tu6IjsyY/T1GoxOTcZVI/AAAAAAAAGLk/98Me61lllxQ/s400/Kecak+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://2.bp.blogspot.com/-6yzz7TK15oU/T1Gohk4WuCI/AAAAAAAAGKs/I6etcD5llmg/s400/Bundaran+HI+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://2.bp.blogspot.com/-ZaL8z4x5Kdc/T1Gozy2oNVI/AAAAAAAAGLs/ONt3ntxLsos/s400/Shincan+Kurus+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://1.bp.blogspot.com/-FwTRu-p_MT8/T1GoqYCh88I/AAAAAAAAGLM/V_CkAXpU_ew/s400/Jilbab+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://1.bp.blogspot.com/-MRkC3NpAajA/T1GosTj3gmI/AAAAAAAAGLU/wWHINd0vhhw/s400/Kambing+Kehujanan+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://4.bp.blogspot.com/-B6Ksi78kiiU/T1GouBGKBXI/AAAAAAAAGLc/PjJJlT-zaZk/s400/Kebaya+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://4.bp.blogspot.com/-LhXHFzBdM2g/T1GoaG-GNFI/AAAAAAAAGKc/pweCTmbCtI8/s400/Batik+dari+Atas+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://2.bp.blogspot.com/-NaEjk_ez3Nw/T1God-Uu8HI/AAAAAAAAGKk/q64jWM0rArM/s400/Bayi+Lahir+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://1.bp.blogspot.com/-tC731XVRJdM/T1Go4Ta9IQI/AAAAAAAAGL8/e7h1Q4irnRY/s400/Terasering+-+Co+Rentmeester+-+LIFE.jpg" alt="" /></p>
<p>NB:<br />
Semua foto diambil dari arsip digital <a href="http://life.time.com/">Majalah LIFE</a>.<br />
Baca juga buku &#8220;<em>Three Faces of Indonesia</em>&#8221; yang merupakan kumpulan esai foto Co Rentmeester selama berkelana keliling Nusantara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/03/indonesia-di-mata-co-rentmeester/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KLAYAR – Surga Kecil Pencinta Landscape Slow Speed</title>
		<link>http://blog.fotokita.net/2012/03/klayar-%e2%80%93-surga-kecil-pencinta-landscape-slow-speed/</link>
		<comments>http://blog.fotokita.net/2012/03/klayar-%e2%80%93-surga-kecil-pencinta-landscape-slow-speed/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 07:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>widhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[FKshare]]></category>
		<category><![CDATA[FKtips]]></category>
		<category><![CDATA[photography101]]></category>
		<category><![CDATA[klayar]]></category>
		<category><![CDATA[landscape]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[slow speed]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[tips photography landscape]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.fotokita.net/?p=1944</guid>
		<description><![CDATA[perjalanan dadakan ke Pantai Klayar di Pacitan minggu pagi lalu, mengunjungi salah satu surga kecil buat para pencinta landscape dalam balutan slow speed. Beberapa tips untuk pemotretan slow speed juga disertakan untuk mempermudah rekan lainnya yang ingin berkunjung ke klayar untuk hunting foto landscape pantai.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1954" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-07-fotokita-widhibek.jpg"><img class="size-full wp-image-1954" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-07-fotokita-widhibek.jpg" alt="Klayar | surga kecil slow speed landscape | widhibek" width="800" height="560" /></a><p class="wp-caption-text">Klayar | surga kecil slow speed landscape | widhibek</p></div>
<p>Minggu, 18 Maret 2012 kemarin, bertiga dengan beberapa rekan dari forum NGI regional solo, Wuntat dan Fitria kami menyempatkan untuk melipir ke daerah Pacitan. Tepatnya ke salah satu pantai yang terkenal dengan gerbang alamnya, Pantai Klayar.</p>
<p>Perjalanan dadakan ini dimulai sekitar pukul 23.30 malam dari Solo. Di Baturetno kami sempatkan beristirahat sebentar di rumah Fitri. Sekitar pukul 03.30 pagi kemudian kami sudah membelah kota kecil ini menuju Selatan. Perjalanan agak sedikit membingungkan bila belum pernah ke sini. Karena petunjuk yang ada tidak menyebutkan pantai Klayar. Sehingga kami sempat berberapa kali berhenti untuk bertanya ke beberapa orang yang kami temui di jalan. Tanda yang mudah diingat adalah pertigaan dengan masjid dan ada penunjuk jalan menuju Goa Gong dan Goa Tabuhan. Setelah masuk ke jalan menuju Goa Gong baru penunjuk jalan yang menunjukan Pantai Klayar baru terlihat.. aneh kan <img src='http://blog.fotokita.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekitar pukul 05.00 pagi kami sudah sampai di pinggir pantai Klayar. Niat untuk tidur sebentar menunggu pagi gagal total melihat ombak menderu menerjang pantai. Tripod segera berpindah dari mobil dan bertengger di bibir pantai.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><img src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-01-fotokita-widhibek.jpg" alt="capturing moment | klayar | widhibek" width="800" height="560" /><p class="wp-caption-text">capturing moment | klayar | widhibek</p></div>
<p>Pantai Klayar mempunyai karakteristik yang cukup menarik. Di sebelah barat kita akan menemui pantai yang cukup landai dengan batas tebing karang. Kita bisa menaiki karang di sebelah barat dari jalan undak undakan yang sudah disediakan. Sebelah timur, lebih menyerupai gapura alam dimana ombak menderu di tengah gapuranya. Selain itu bisa ditemukan air laut yang menyembur dari sela sela batu an karang yang seringkali diikuti bunyi melengking seperti sempritan.</p>
<p>Untuk yang menyukai fotografi lanskap, terutama aliran kecepatan rendah (slow speed) Pantai Klayar ini merupakan salah satu surga kecilnya. Ombak besar yang silih berganti menerjang pantai seakan menyapa kita untuk mengabadikan keindahannya. Tinggal kita datang dengan membawa imajinasi dan bebaskan kreatifitas kita untuk mendapatkan hasil yang semenarik mungkin.</p>
<p>Berikut beberapa tips untuk mencoba fotografi landscape slow speed yang mungkin bisa membantu di lapangan. :</p>
<div id="attachment_1955" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-04-fotokita-widhibek.jpg"><img class="size-full wp-image-1955" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-04-fotokita-widhibek.jpg" alt="use your tripod | klayar | widhibek" width="800" height="530" /></a><p class="wp-caption-text">use your tripod | klayar | widhibek</p></div>
<p><strong>1. Pergunakan tripod</strong></p>
<p>Tripod sangat membantu karena terkadang kita membutuhkan waktu yang cukup lambat untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang kita capai. Dengan tripod kita bisa menjamin bahwa hasil yang kita dapatkan akan bebas goyangan&#8230; kecuali memang kita ingin bereksperimen &#8220;blur&#8221; dengan hasil foto kita <img src='http://blog.fotokita.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_1957" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-05-fotokita-widhibek.jpg"><img class="size-full wp-image-1957" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-05-fotokita-widhibek.jpg" alt="slow speed | klayar | widhibek" width="800" height="550" /></a><p class="wp-caption-text">slow speed | klayar | widhibek</p></div>
<p><strong>2. Speed lambat</strong></p>
<p>Kecepatan lambat bisa kita dapatkan dengan kondisi cahaya yang rendah di alam. Kecepatan lambat yang mau dipakai tergantung dengan hasil yang ingin kita dapatkan. Dengan speed &lt; 0.5 detik kita sudah bisa membuat gerakan ombak menjadi selembut sutra. (tapi tergantung ombaknya juga sih.. cepat atau lambat).  Biasanya pada pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari menjelang matahjari terbenam dan sesudahnya. Tapi apabila kita ingin berkesperimen dengan kecepatan lambat tapi kondisi cahaya sudah terlalu kuat kita bisa menggunakan filter ND (Neutral Density).</p>
<div id="attachment_1959" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-06-fotokita-widhibek.jpg"><img class="size-full wp-image-1959" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-06-fotokita-widhibek.jpg" alt="filter ND for slow speed | klayar | widhibek" width="800" height="540" /></a><p class="wp-caption-text">filter ND for slow speed | klayar | widhibek</p></div>
<p><strong>3. Filter ND</strong></p>
<p>Ada beberapa filter ND di pasaran yang bisa mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke sensor kamera. Dari yang mengurangi 1 stop &#8211; 8 stop, tinggal kita pilih yang kira kira sesuai (dengan budget kita maksudnya hahaha). Ada juga filter ND yang modelnya bisa diatur kepekatannya (Vario ND) sehingga lebih mempermudah untuk digunakan.</p>
<p><strong>4. Filter GND</strong></p>
<p>Karena perbedaan exposure yang cukup besar (terutama ketika matahari terbit) antara langit dengan pantai sehingga terkadang foto yang dihasilkan kalau tidak terlalu gelap pantainya mungkin langit nya terlalu putih (over). Filter GND (Graduated Neutral Density) yang mempunyai karakteristik bagian atas gelap bergradasi ke terang bisa membantu mengatasi perbedaan tersebut.  Ada beberapa jenis yang tersedia di pasaran, mulai dari yang mengatasi perbedaan exposure 1 stop sampai lebih.</p>
<div id="attachment_1958" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-03-fotokita-widhibek.jpg"><img class="size-full wp-image-1958" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-03-fotokita-widhibek.jpg" alt="foreground | klayar | widhibek" width="800" height="560" /></a><p class="wp-caption-text">foreground | klayar | widhibek</p></div>
<p><strong>5. Foreground</strong></p>
<p>Dengan foreground yang menarik seperti batuan karang kita bisa membuat foto menjadi lebih menarik. Misalnya ketika ombak melewati batuan karang yang tertangkap dalam kecepatan rendah.</p>
<div id="attachment_1956" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-08-fotokita-widhibek.jpg"><img class="size-full wp-image-1956" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/klayar-08-fotokita-widhibek.jpg" alt="safety first | klayar | widhibek " width="800" height="550" /></a><p class="wp-caption-text">safety first | klayar | widhibek </p></div>
<p><strong>6. Safety First</strong></p>
<p>Ingat keselamatan di atas segalanya, baik keselamatan diri kita maupun peralatan. Karena Pantai Klayar ini terkenal dengan ombak besar yang kadang tiba tiba muncul. Pernah ada beberapa kejadian beberapa pengunjung yang terseret ombak karena kurang berhati hati. Atau pernah juga rombongan fotografer yang sedang hunting di Klayar harus kecewa karena ombak besar yang tiba tiba datang mengguyur peralatan kamera mereka. Jadi ikuti aturan dan nasihat penduduk sekitar karena mereka lebih tahu dengan kondisi laut dibanding kita.</p>
<div id="attachment_1960" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/IMG_0546_tonemapped.jpg"><img class="size-full wp-image-1960" src="http://blog.fotokita.net/wp-content/uploads/2012/03/IMG_0546_tonemapped.jpg" alt="enjoy your trip | klayar | widhibek" width="800" height="524" /></a><p class="wp-caption-text">enjoy your trip | klayar | widhibek</p></div>
<p><strong>7. ENJOY YOUR TRIP</strong></p>
<p>Seadainya sesampainya kita di pantai Klayar dan ternyata ada banyak kendala yang kurang mendukung suasana hunting foto kita, entah cuaca yang kurang bagus, banyak pengunjung, ombak yang tidak bersahabat dll janganlah galau.. Yang penting kan kita menyukai apa yang kita lakukan, menikmati suasana pantai bersama rekan rekan. Kalau dapat hasil foto bagus itu bonus nya</p>
<p><em>Keep traveling and sharing temans !</em></p>
<p><a href="http://www.landscapeindonesia.com" target="_blank">Widhi bek</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.fotokita.net/2012/03/klayar-%e2%80%93-surga-kecil-pencinta-landscape-slow-speed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

