Inilah Dua Pemenang Foto Perayaan Pesta Demokrasi

FK-wan, tentu masih ingat jelas di benak kita pada 9 April lalu sebuah helat besar diadakan oleh bangsa ini. Ya, pemilihan umum dimana rakyat berpesta memilih wakilnya. Komunitas fotokita.net juga tak mau ketinggalan dalam merayakan pesta demokrasi lima tahunan ini.

Sebuah kompetisi foto diadakan untuk mengabadikan momen ini. Banyak entri foto yang masuk tapi hanya dua yang kami pilih untuk mewakili foto terbaik yang akan mendapat souvenir dari fotokita.net

"Di luar melihat di dalam menunggu" karya Idasmed

Karya pertama diambil dengan angle berbeda. Idasmed mungkin memanjat tembok entah berapa meter untuk menghasilkan foto ini. Ada dua sisi obyek yang ditawarkan dalam bingkai frame yang dihasilkannya. Mencermati calon yang akan dipilih serta menunggu dipanggil ke bilik suara. Secara komposisi fotografi, Idasmed cukup jeli dalam meletakkan subyek yang akan ditangkapnya.

Hal tersirat yang sederhana lainnya adalah dua orang bercelana merah paling atas. Pondasi tembok berujung pada kaki-kaki yang kokoh berbalut warna merah. Terlpas dari itu semua, Idasmed tak hanya sekedar mengambil foto dari bilik suara atau hanya sekedar mengambil jempol dilumuri tinta. Inilah cara foto menyampaikan pesannya.

"Meski lansia suara saya tetap berharga" karya Vicky Septia Rezki

Foto kedua yang berhasil menarik minat kami adalah Vicky Septia Rezki. Kita seperti disentil dengan karya fotonya, yang tua saja masih mau berpartisipasi dalam menentukan wakilnya yang akan memperbaiki nasib bangsa ini lima tahun ke depan. Sedangkan yang masih golput hanya bisa berteriak-teriak.

Ada frame-frame pohon hijau nan segar menjadi latar sang nenek saat memasukkan surat suara kedalam kotak suara. Ini seperti memberikan kesan, ada harapan akan hidup yang lebih baik, lebih segar, lebih cerah yang memayungi bangsa ini kedepannya.

Demikian foto terbaik hasil kontes ini. Tunggu kontes foto berikutnya dari fotokita.net ya FK-wan :)

Galeri Pemenang National Geographic Traveler Photo Contest 2013

FK-wan, tahun ini National Geographic Traveler Photo Contest 2014 kembali dibuka. Tak tanggung-tanggung, pemenang utama dari kompetisi ini akan diganjar dengan pengalaman ekspedisi ke Alaska selama 8 hari. FK-wan yang tertarik untuk mengikuti kontes ini bisa melihat foto-foto pemenang National Geographic Photo Contest 2013 untuk melihat selera dewan juri tahun lalu. Berikut kami tampilkan foto yang menjadi pemenang dan honorable mention dalam kontes foto yang prestisius ini.

Paul Souders - Grand Prize dan Nature Winner National Geographic Traveler Photo Contest.

Adam Tan - Places Winner National Geographic Traveler Photo Contest

Cecile Smetana Baudier - People Winner National Geographic Traveler Photo Contest

Honorable Mention

Réka Zsimon - Honorable Mention Nature Category National Geographic Traveler Photo Contest

Stephen De Lisle - Honorable Mention Nature Category National Geographic Traveler Photo Contest

Yosuke Kashiwakura - Honorable Mention Nature Category National Geographic Traveler Photo Contest

Andrew Lever - Honorable Mention Place Category National Geographic Traveler Photo Contest

Julie Fletcher - Honorable Mention Place Category National Geographic Traveler Photo Contest

Maurin Bisig - Honorable Mention People Category National Geographic Traveler Photo Contest

Michele De Punzio - Honorable Mention People Category National Geographic Traveler Photo Contest

Aurélie Geurts -Honorable Mention People Category National Geographic Traveler Photo Contest

Andrew Biraj -Honorable Mention People Category National Geographic Traveler Photo Contest

Untuk karya yang mengikuti lomba foto National Geographic Traveler 2013 bisa dilihat di : http://photography.nationalgeographic.com/photography/photo-contest/2013/

Abadikan Pesta Demokrasi

FK-wan, sudah siap untuk hari besar besok? Surat suara? Caleg yang akan dipilih? dan yang paling penting adalah kamera!

Ya, momen pemilu ini tentunya akan menjadi sangat menarik jika FK-wan juga abadikan dalam bingkai foto. Aneka kegiatan seperti suasana TPS, para pemilih yang akan berangkat memilih, detail tangan para pemilih, dan berbagai hal menarik berkaitan dengan pemilihan umum tentu tidak boleh dilewatkan.

foto oleh Feri.

Seperti Feri, salah satu FK-wan yang mengabadikan kampanye PDI-P di Solo. Pada foto di atas, Feri menangkap poster Jokowi yang diusung sebagai calon presiden PDI-P. Disebalahnya, seorang berkostum unik mempu memberikan nuansa berbeda. Feri cukup jeli mengambil foto, setidaknya FK-wan yang satu ini tidak serta-merta hanya mengambil poster sang calon presiden.

foto oleh Feri

Feri juga mengambil sisi lain dari sekedar kampanye. Dia juga mengambil pelanggaran yang terjadi saat pemilu. Mungkin ini hanya sebagian kecil dari FK-wan yang akan mengabadikan momen pemilu esok hari. Tapi setidaknya foto dari Feri ini memacu semangat kita untuk menghasilkan bingkai yang akan memberikan kita gambaran berbagai suasana pemilu di berbagai kota di Indonesia.

Jadi sudah siapkah FK-wan untuk menekan rana esok hari? Tunggu apa lagi, coblos partainya, abadikan fotonya, dan upload di fotokita! :)

Abadikan Momen Pemilu 2014

FK-wan, sudah bersiap berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan negeri ini? Kami yakin FK-wan tentu sudah menimbang dengan matang calon legislatif yang akan dipilih untuk mewakili suara FK-wanselama lima tahun kedepan.

Foto oleh Feri Latief

Sebagai pesta demokrasi dan momentum yang hanya diadakan lima tahun sekali tentunya mengabadikan pemilu tahun 2014 ini akan menjadi sesuatu yang bersejarah bagi FK-wan. Perhelatan ini akan memberikan FK-wan frame foto yang akan bercerita.

Bertepatan dengan itu pula, fotokita.net sebagai komunitas fotografi National Geographic Indonesia ingin mengajak FK-wan untuk mengabadikan helat pemilu pada 9 April ini. FK-wan bisa mengabadikan berbagai kegiatan dalam bentuk single foto ataupun essay foto.

Aneka kegiatan misalnya suasana di tempat pemungutan suara (tps), para pemilih yang akan datang menuju tps, perhitungan suara, surat suara yang rusak, atau hal-hal unik lainnya yang bisa menceritakan pesta demokrasi tersebut bisa menghasilkan foto yang akan menambah portfolio FK-wan. Jangan lupa juga untuk mengupload foto yang sudah FK-wan ambil di fotokita. Pada awal minggu depan akan dipilih foto pilihan mingguan terbaik yang akan mendapat merchandise dari National Geographic Indonesia.

FK-wan juga bisa mencermati essay foto tentang seorang calon legislatif yang ikut bersaing pada pemilu tahun 2004 karya fotografer Feri Latief berikut ini :

Foto oleh Feri Latief

Foto oleh Feri Latief

Foto oleh Feri Latief

Foto oleh Feri Latief

Foto oleh Feri Latief

Foto oleh Feri Latief

Foto oleh Feri Latief

Foto oleh Feri Latief

11 Tips Fotografi Makro (Bagian II)

Foto makro yang bagus selalu bisa membuat orang berdecak kagum. FK-wan gemar mengabadikan gambar dengan makro? Selain dibutuhkan teknik yang tepat, berikut tips praktis sambuangan dari tips sebelumnya yang sudah di posting di sini yang bisa FK-wan lakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

12. Light Cube
Tudung saji yang biasanya digunakan di dapur dan meja makan dapat digunakan sebagai light cube yang menghasilkan background yang bersih dan transparan pada beberapa bagian. Selain itu, tudung saji ini juga dapat digunakan sebagai diffuser.

13. Cairan Artifisial
Masukkan pewarna makanan atau tinta yang pekat ke dalam air vas bunga transparan. Jika FK-wan ingin memotret bunga yang berwarna putih, pewarna ini akan membuat lebih menarik.

14. Waktu Singkat
Waktu menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam fotografi makro. Waktu ini juga dapat mempengaruhi tingkat ketajaman suatu gambar. Terutama ketika FK-wan menggunakan lensa dengan focal length yang panjang. Perhitungannya adalah ketika FK-wan memotret dengan 200 milimeter, FK-wan harus mendapatkan kecepatan shutter di 1/250 detik atau lebih cepat. Hal ini lebih dikhususkan ketika memotret serangga untuk menghindari guncangan kamera yang mengakibatkan hasil foto menjadi blur.

15. Fokus Khusus
FK-wan berada di sebuah padang rumput musim panas atau hanya sekadar duduk di taman dengan sekumpulan serangga yang sibuk berkerumun pada bunga-bunga di taman. Kemudian, pilih tanaman berbunga yang paling FK-wan inginkan, kemudian fokus pada satu titik dengan bunga yang masuk di dalam frame. Tekan setengah tombol rana hingga pada saat serangga hinggap di bunga yang sudah menjadi fokus FK-wan siap untuk diabadikan.

16. Sinar dari Samping
Pengaturan cahaya tertentu merupakan salah satu solusi dalam fotografi makro. Di sini, subjek utama terletak hanya berbeda sedikit dengan latar belakang. Dengan adanya cahaya dari samping yang masuk miring membuat perbedaan kecearahan pada objek yang memberikan kesan objek ditampilkan dengan lebih baik.

17. Menghasilkan Kontras
Hitam dan putih atau terang dan gelap dapat menghasilkan gambar dengan kontras yang menarik. Misalnya, biji kopi biasa tertanam dalam kopi bubuk seperti di contoh foto berikut ini.

18. Fokus pada Subjek Utama
Memotret makro merupakan sebuah esensi. Pekerjaan ini akan lebih baik jika subjek utama menonjol jelas dari latar belakang. Hal ini membantu subjek terlihat seperti perspektif katak.

19. Gambar Cahaya yang Ditransmisikan
FK-wan dapat mencoba bermain dengan cahaya yang ditransmisikan. Contohnya dapat menggunakan irisan buah seperti jeruk, stroberi, atau kiwi yang secara optimal cocok untuk gambar cahaya yang ditransmisikan. FK-wan dapat mengatur jarak jumlah cahaya dengan subjek.

20. Memotong dengan Sangat Halus
Untuk hasil foto makro dengan irisan buah sebagai objek utamanya, FK-wan harus menggunakan pisau buah halus yang sangat tajam. Jangan menggunakan pisau bergerigi, karena hasil potongan buah akan memperlihatkan kerusakan pada saat pemotongan buah dan foto menjadi tidak sedap dipandang.

21. Pertajam Kamera
Jika FK-wan ingin membagikan gambar secara langsung pada monitor, FK-wan harus membiarkan kamera menaikkan tingkat ketajaman gambar pada di picture style. Gambar akan terlihat jernih dan tajam.

22. Menaikkan Saturasi
Memotret kecerahan warna dari bunga, buah, dan daun hidup dapat dengan meningkatkan saturasi dan kontras pada kamera. Hindari menggunakan pengaturan yang ekstrim.

Bagaimana FK-wan, sudah siapkan hunting fotografi makro-nya? :)

Sumber: CHIP

11 Tips Fotografi Makro (Bagian I)

Foto makro yang bagus selalu bisa membuat orang berdecak kagum. FK-wan gemar mengabadikan gambar dengan makro? Selain dibutuhkan teknik yang tepat, tips praktis berikut bisa FK-wan lakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Berikut 11 tips fotografi makro bagian pertama yang bisa membantu FK-wan untuk menghasilkan foto yang menarik.

1. Fokus

Auto fokus kamera FK-wan mungkin tidak bekerja dengan akurat. Untuk mengoptimalisasikan ketajaman gambar, FK-wan dapat menggunakan pengaturan fokus secara manual. Dengan pengaturan manual, FK-wan dapat menentukan fokus dengan sangat akurat. Mode AF lebih baik untuk fokus yang hanya menggunakan satu area fokus.

2. Mode Live View

Detail pada foto makro akan lebih besar, sehingga fokusnya adalah alpha dan omega. Maka itu, gunakanlah feature mode Live View pada kamera. FK-wan dapat melakukan zoom in pada titik fokus dan lebih mudah dalam menggunakan fokus manual. FK-wan juga dapat mengatur exposure dengan lebih baik dengan cara ini.

3. Kabel HDMI

Dengan sebuah kabel, FK-wan dapat menampilkan live image dari kamera tanpa perlu menggunakan komputer dan software di monitor FK-wan. Syaratnya hanyalah kamera dan monitor memiliki koneksi HDMI.

4. Pengaturan Komputer

Beberapa produsen memiliki software gratis untuk mengatur kamera dengan lebih mudah. Dengan software, FK-wan dapat mencegah blur dan ketajaman dapat dikontrol dengan lebih baik. Namun, metode ini kurang cocok untuk memotret di luar ruangan.

5. Menyembunyikan Cacat

Cacat kecil seperti rusak atau adanya perubahan warna menjadikan foto tidak sedap dipFK-wanng. Tampilkan sisi foto yang terlihat sempurna dari subjek FK-wan.

6. Gunakan pancingan
Kumbang, lebah, dan kupu-kupu. Semuanya ini gemar menghisap madu dari bunga, khususnya pada saat musim panas. Bagi para fotografer, FK-wan juga dapat membuat sekumpulan kupu-kupu dengan memberikan anggur merah manis atau madu.

7. Perspektif
Ketika digunakan dalam fotografi makro, lensa zoom dapat membantu menghasilkan foto dengan depth of field yang sangat tajam pada subjek. FK-wanFK-wan dapat mengubah titik berdiri FK-wan sehingga dapat menangkap objek dari samping.

8. Gunakan Bayangan
Dalam banyak kasus, bayangan kurang menguntungkan. Tidak seperti pada contoh foto ini, bayangan berbentuk baris “berjenjang” kelopak bunga. Di foto ini, bayangan sangat diperlukan karena bayangan merupakan satu-satunya cara untuk menaikkan lembaran individu dari satu kelopak dengan kelopak lainnya. Untuk menghindari bayangan terlalu keras, letakkan sebuah kertas putih atau Styrofoam pada sisi berlawanan cahaya untuk meringankan bayangan.

9. Membuat Windshield
Salah satu tantangan fotografer makro dengan objek bunga adalah angin. Solusinya adalah dengan sebuah kotak transparan yang salah satu sisinya dibuat lubang untuk memasukkan lensa kamera. Kotak transparan tersebut akan menahan angin, sehingga FK-wan dapat memotret objek bunga dengan lebih mudah karena tidak ada angin yang menggangu lagi.

10. Memilih Aspek Rasio
Dengan pemilihan format gambar, FK-wan dapat memengaruhi hasil pengambilan gambar. Format gambar ini memiliki kontribusi untuk menyeimbangkan subjek. Objek dengan posisi tidur biasanya akan berbentuk horizontal, sedangkan objek vertical akan menggunakan format portrait.

11. Memotret Ikan
Waktu yang paling ideal untuk memotret habitat akuarium adalah setelah akuarium dibersihkan. Jadi, keseluruhan akuarium masih tampak bersih dan air pun lebih tenang dan jernih. Tempelkan sepotong selotip, masking pada sisi luar akuarium untuk memancing ikan, ketika ikan mendekat, FK-wan bersiap untuk memotretnya.

Sumber: CHIP

Memilih Kamera untuk Berwisata

(Thinkstock, ilustrasi)

Pada umumnya, fotografer perjalanan memiliki dua pilihan soal kamera: kemudahan dibawa (portabel) dan kualitas gambar yang dihasilkan kamera. Itu saja.

Namun, kemajuan teknologi sudah mulai menggabungkan kedua hal itu. Kamera saku sudah mulai dibekali perbesaran optis yang besar. Sementara kamera full-feature DSLR semakin mengecil dan enteng. Perkembangan teknologi memunculkan kamera saku yang bisa diganti lensanya.

Lalu, mana yang sesuai dengan Anda? CNN menugaskan Nigel Atherton, editor majalah What Digital Camera yang berbasis di Inggris, dan fotografer wisata Gary Arndt untuk memberi rujukan bagi Anda dalam menjawab pertanyaan tadi.

Ukuran sensor
Salah satu spesifikasi untuk dipertimbangkan adalah ukuran sensor lensa. “Ukuran sensor yang kecil seperti yang terdapat pada kamera saku memiliki piksel yang sangat kecil. Artinya, mereka tidak bisa menangkap banyak cahaya,” kata Nigel Artherton.

Dalam kata lain, lensa 16 megapiksel pada kamera DSLR akan menangkap gambar lebih detail dan warna lebih banyak dibandingkan dengan lensa yang sama namun pada kamera dengan ukuran sensor lebih kecil.

Untuk mengatasi hal itu, kamera dengan sensor kecil tadi akan memperkuat detail gambar secara elektronis. Hanya saja, jika diperbesar akan terlihat blur alias tidak tajam.

Jika hasil akhir foto yang Anda inginkan hanya untuk konsumsi Facebook, ukuran sensor tak menjadi hal krusial dibandingkan portabilitas.

Mudah dibawa (portabilitas)
“Hal yang paling penting adalah kamera tidak terlalu besar dan berat, dan Anda memiliki pilihan sudut pengambilan antara sudut lebar dan pemotretan jarak jauh,” kata Atherton.

Pilihan yang bagus adalah kamera saku tipis, enteng dengan pembesaran optis built in yang layak.

Namun jika perbesaran sangat penting – seperti akan memotret satwa liar yang tak mungkin untuk mendekat dalam jarak kurang dari 15 m – Anda perlu memikirkan kamera superzoom (juga dikenal sebagai bridge camera).

Perbesaran dan kecepatan rana
“Kedua hal itu sangat populer dalam foto wisata karena enteng, tapi dipersenjatai oleh lensa tele yang mampu memperbesar sampai 60 kali,” kata Artherton. Untuk pemotretan bergerak atau kerumunan, kecepatan rana atau mode terbuka penuh (burst) merupakan faktor penentu.

“Ketika harus berhadapan dengan sesuatu yang aktif – satwa liar atau pergerakan orang di jalanan – momen akan berubah dalam hitungan detik,” kata Gary Arndt.

“Oleh karena itu, mode burst yang cepat sangat membantu dalam pemotretan beberapa ratus foto yang memungkinkan Anda memperoleh hasil pemotretan yang bagus.”

Arndt merekomendasikan untuk menggunakan tripod kecil yang dikenal sebagai gorilla pod untuk membantu kestabilan pengambilan gambar saat memaksimalkan perbesaran.

Jendela intip (viewfinder) atau layar LCD?
Jika Anda memotret dengan paparan sinar mentari tinggi, kamera dengan viewfinder merupakan pilihan cerdas. Layar LCD susah terlihat saat diterpa sinar matahari.

Kamera saku umumya tidak menggunakan viewfinder, kecuali beberapa kamerayang memiliki jendela intip terpisah.

Daya tahan baterai
Ketahanan baterai merupakan hal yang tak bisa ditawar. Kamera yang bisa memotret sekitar 400 jepretan seharusnya mumpuni untuk kebutuhan plesiran. “Atau membawa baterai cadangan,” saran Atherton.

Wi-Fi dan GPS
Dukungan Wi-Fi and GPS menjadi penting ketika Anda ingin menandai (tagging) lokasi pemotretan. Sedangkan koneksi Wi-Fi membantu ketika Anda harus membuat duplikasi foto ke layanan awan seperti Facebook atau Dropbox.

Lupakan ponsel
Tak bisa disangkal bahwa ponsel pintar saat ini sudah dibekali dengan sensor kamera yang canggih. Namun ketika dihadapkan pada pemotretan yang membutuhkan perbesaran karena jarak menjadi kendala, kamera khusus adalah keharusan.

“Memang benar bahwa kamera dengan harga di bawah Rp3 juta sudah sebanding dengan ponsel pintar. Namun membawa kamera khusus akan memberikan Anda keuntungan,” kata Atherton.

Jadi, kamera mana yang layak Anda bawa?

(Yds Agus Surono. Sumber: intisari-online.com)

Rekam Video 2K Dengan iPhone? Bisa!

FK-wan, ketika Sony dan Samsung sibuk membuat ponsel terbaru mereka bisa merekam video beresolusi 4K, seorang pengembang sudah meluncurkan aplikasi untuk membuat kamera iPhone jadi lebih keren.

Aplikasi Ultrakam

Aplikasi ini dinamai dengan Ultrakam. Ini merupakan aplikasi iOS pertama yang bisa merekam gambar beresolusi 2K atau 2.240×1.672 piksel, sekitar 75 persen lebih tinggi dari HD. Aplikasi tersebut bisa digunakan iPhone 5 dan iPhone 5C, juga iPad mini dan iPad Retina Display.

Meski ditujukan untuk pembuat film, Ultrakam juga memiliki sejumlah fitur untuk pengguna biasa. Misalnya, slow motion, timelapse, dan fitur editing. FK-wan yang penasaran ingin berkreasi dengan aplikasi ini bisa mengunduh aplikasi tersebut di App Store seharga Rp 69.000

FK-wan tertarik untuk berkreasi dan menghasilkan gambar yang menarik dengan perangkat dari Apple FK-wan?

Sumber: chip.co.id

Lomba Foto Color of Jakarta 2014

FK-wan, inilah lomba fotografi yang ditunggu-tunggu warga metropolitan.

Color of Jakarta (COJ) 2014: Jakarta Online Photo Competition dengan tema Jakarta Baru merupakan kompetisi fotografi yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Majalah Digital Camera Indonesia dan Chip Foto Video. Kompetisi foto ini digelar dalam rangka mengapresiasi karya seni fotografi perseorangan maupun komunitas yang dapat menangkap sisi-sisi terbaik DKI Jakarta.

Lomba Foto Color of Jakarta 2014.

Lomba ini telah sukses diselenggarakan selama dua tahun secara berturut-turut yakni tahun 2011, dan tahun 2012. Pada tahun 2011, COJ telah melibatkan komunitas fotografi dan diikuti lebih dari 500 peserta dengan jumlah 925 karya. Hasil dari lomba fotografi menampilkan 100 foto yang dipamerkan di frame/dibingkai secara artistik yang menampilkan fakta-fakta seputar kehidupan di kota Jakarta dengan tema Humanisme, City Life and Night View, serta Pariwisata Jakarta. Selanjutnya pada tahun 2012, COJ berhasil menjaring 2.500 foto dari 1.541 peserta.

Tahun ini COJ 2014 akan mengusung empat kategori, yakni tema Cityscape, Wisata, Car Free Day, serta kategori Essay Foto. COJ 2014 akan diselenggarakan mulai dari 9 Maret 2014 sampai dengan 31 Mei 2014. Diawali dengan acara launching Color of Jakarta pada Minggu 9 Maret kemarin di pameran FOCUS, JCC Senayan, Color of Jakarta akan menyelenggarakan beragam rangkaian acara lainnya, seperti workshop fotografi, roadshow ke sekolah-sekolah dan komunitas, dan tentunya pameran foto Color of Jakarta 2014. Untuk info selanjutnya, FK-wan dapat mengunjungi www.jakarta.go.id.