JVC Luncurkan Action Camera Adixxion GC-XA2

Pin It

Pasar action camera seolah menjadi dunia baru yang menjanjikan akhir-akhir ini. Setelah sejumlah merek dagang seperti GoPro, Sony, iOn, Drift, Liquid Image, dan Contour menghiasi etalase di pasar action camera, kini JVC turut mengambil peruntungan terjun di segmen tersebut.

JVC Adixxion GC-XA2

Besutan pertama dari JVC adalah Adixxion GC-XA2 yang dirancang dengan kekuatan luar biasa seperti splashproof, waterproof (5 meter), shockproof (2 meter), tahan debu, dan juga freezeproof tanpa membutuhkan housing tambahan. Selain itu, kamera ini juga memiliki layar LCD 1,5 inci dan built-in Wi-Fi.

JVC juga melengkapi generasi penerus Adixxion GC-XA1 tersebut dengan sensor BSI CMOS beresolusi 8 Megapixel dan perekaman gambar dalam format 1080p pada 60 fps, serta 720p pada 120fps untuk slow motion playback. Dalam tubuh Adixxion GC-XA2 tertanam lensa f/2.4 format baru dengan sudut pandang 137 derajat saat merekam di 1080p, 720p dan resolusi WVGA atau 152 derajat dalam format 960p dan untuk foto. Sensor gyro juga telah ditambahkan untuk meningkatkan stabilisasi gambar pada kamera.

JVC meningkatkan action camera ini dengan built-in Wi-Fi dan kamera yang juga dapat digunakan sebagai jalur akses untuk streaming video langsung ke smartphone atau Ustream. Anda juga dapat meng-upload hasil gambar dan rekaman ke YouTube atau men-transfer gambar bukan video ke perangkat Anda. Kehadirannya di pasaran juga dilengkapi dengan aplikasi Adixxion apps ter-update yang tersedia untuk iOS dan Android.  Feature unik lainnya adalah Quad View yang memungkinkan Anda secara bersamaan melihat aliran gambar dari empat kamera Adixxion.

Pada dasarnya, meskipun desain kamera terlihat sama, JVC melakukan perombakan di bagian dalam. Dengan begitu membuat kamera ini menjadi action camera yang jauh lebih baik dari pendahulunya. Menurut situs CNET, perangkat baru dari JVC ini dibanderol dengan harga sekitar US$300.

Informasi lebih lanjut tentang kamera ini bisa mengunjungi website JVC Adixxion.

sumber: chip.co.id

Panduan Memilih Peralatan Untuk Arsitektur Fotografi

Pin It

FK-wan, properti menjadi salah sektor yang sangat berkembang belakangan ini. Elemen yang ada didalamnya, seperti interior designer, jasa arsitek, hingga hal-hal untuk memperindah properti menjadi satu kesatuan yang utuh. Bidang ini juga turut menumbuhkan berbagai macam hunian mewah, resort, dan cafe-cafe yang berorientasi terhadap gaya yang beragam.

Interior Hotel Hermitage di Menteng, Jakarta Pusat. (Foto:Yunaidi)

Ini bisa menjadi celah bagi fotografer untuk menekuni bidang fotografi ini. Nah apakah FK-wan berpikiran untuk memulai bisnis arsitektur fotografi? Atau malah menekuni hobi ini dengan serius?

Mungkin beberapa hal dibawah ini akan membantu FK-wan dalam memulai dan menekuni arsitektur fotografi.

1. Memilih Lensa Yang Tepat

Hal terpenting dalam fotografi arsitektur adalah lensa. Pilihan lensa wide menjadi hal lumrah untuk menangkap bagian dari interior maupun eksterior yang akan FK-wan foto. Pilihlah lensa wide dengan kualitas baik agar hasil yang dihasilkan tidak mengecewakan. Jangan berpikiran untuk menggunakan wide-converter, hasilnya tidak aka memuaskan.

2. Ultra Wide-Angle Peralatan Terpenting

Unfug fotografi arsitektur, rentang lensa yang FK-wan butuhkan sekitar 16 mm – 24 mm. Tergantung sensor yang FK-wan gunakan, apakah full frame, apsc, atau four-thirds. Untuk full frame FK-wan bisa menggunakan lensa 14mm, 16-35 mm atau untuk sensor APSC bisa menggunakan lensa 10-22 mm.

3. Penggunaan Body DSLR

Pada tahap awal, dengan biaya yang cukup terjangkau FK-wan bisa menekuni arsitektur fotografi dengan DSLR bersensor APSC atau Four-Thirds. Namun untuk sebuah hasil yang maksimal, memilih kamera bersensor full frame tentu akan memberikan FK-wan sebuah hasil yang maksimal.

4. Setidaknya Butuh Satu Flash

Cahaya adalah hal yang paling penting dalam fotografi arsitektur. Setidaknya FK-wan memiliki lampu flash untuk membantu FK-wan dalam menghasilkan foto arsitektur. Sebaiknya FK-wan tidak terlalu bergantung dengan perangkat pengolah foto. Maksimalkan hasil dari kamera terlebih dahulu. Untuk memolesnya supaya lebih maksimal, opsi menggunakan perangkat lunak bisa menjadi pilihan.

5. Lensa Kit

Lensa ini tidak cukup lebar untuk digunakan saat memotret arsitektur. Focal length yang agak sempit akan menyulitkan FK-wan untuk mengambil foto interior ataupun eksterior.

6. Tripod Kokoh

Dalam pengambilan foto arsitektur, tripod yang kokoh untuk menopang kamera tentunya akan berdampak pada hasil. Selain itu, tripod dengan kemudahan untuk mengatur posisi ballhead akan turut mempesingkat waktu kerja.

7. Tripod Untuk Flash

Pada kondisi tertentu, FK-wan membutuhkan flash yang diletakkan di posisi yang diinginkan. Penggunaan tripod untuk flash akan membantuk FK-wan dalam bekerja.

8. Flash Eksternal

FK-wan membutuhkan trigger untuk membuat flash eksternal ini bekerja. Penggunaan trigger ini bisa memudahkan FK-wan untuk memindahkan posisi flash sesuai kebutuhan.

9. Penggunaan Filter Polarise

Saat mengabadikan eksterior, penggunaan filter polarise akan membantu FK-wan dalam mengendalikan pantulan, kepekatan warna, hingga langit.

10. Software Pengolah Foto

Untuk mengolah foto yang sudah diambil, FK-wan bisa menggunakan Adobe Lightroom dan Photoshop untuk mengoreksi distorsi yang terjadi pada foto.

Demikian tips singkat ini, smog memacu kita untuk mengabadikan arsitektur semakin baik.

Sumber : Photography for Real Estate

Saat Kita Pulang Kampung

Pin It

FK-wan, apa yang paling membahagiakan dari perjalanan melewati beberapa bulan dalam setahun? Bagi sebagian kita yang tumbuh di negeri ini, mudik adalah salah satu paling membahagiakan dalam kehidupan. Berkumpul kembali dengan sanak keluarga yang terpisah selama beberapa waktu kembali merekatkan tali persaudaraan diantara kita. Namun kebahagian mudik kadang harus dibayar mahal bahkan tak banyak nyawa yang turut melayang akibat ketidaksiapan para pemudik dalam melakukan perjalanan.

Keriuhan mudik tentu tiap tahun akan dirasakan oleh orang-orang yang melakukannya, mulai dari transportasi darat, laut, dan udara. Beberapa foto yang diupload di fotokita.net ini semoga memberikan FK-wan gambaran untuk mengabadikan kenangan saat mudik.

Seorang anak tertidur diatas sepeda motor saat akan memasuki pelabuhan gilimanuk, Jembrana Bali. (AA Gde Agung)

Seorang buruh angkut menggendong pemudik sebelum menaiki perahu nambangan atau perahu penghubung dari darat ke Perahu Layar Motor di Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu. Pemudik menggunakan jasa ojek gendong dikenakan biaya sebesar Rp.5000/orang sebelum menaiki perahu agar tidak basah terkena air laut, dan tidak adanya akses jembatan untuk masuk ke dalam kapal atau perahu. (Badrus Yudosuseno)

Pemudik berdesakan sebelum naik KM Leuser menuju Semarang dari Pelabuhan Panglima Utar, Pangkalanbun, Kalteng. (Whidayat)

Pemudik masuk kedalam Kapal Kelud untuk berangkat ke Batam dan Sumatera Utara dari Tanjungpriuk,Jakarta Utara. Kapal yang Memuat 1.926 pemudik ini bagian dari oarang yang pulang menjelan Idul Fitri. (Henry Lopulalan)

Sejumlah pemudik di deck Kapal laut yang akan berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak Banten (06/09). Memasuki hari ke tujuh setelah lebaran para pemudik menggunakan jalur darat menuju ke pulau Jawa tidak mengalami penumpukan dan lancar. (A Probel)

Sejumlah pemudik lebih memilih menunggu pagi di Pelabuhan Bakauhuni daripada melanjutkan perjalanan mereka pada malam hari ke daerah Lampung dan sekitarnya. (Mario Sardadi)

Antrian di Pelabuhan Merak, Banten. (Mario Sardadi)

Seorang pemudik beristirahat di jalan Syek Quroh, Kecamatan Telaga Sari, Karawang, Jawa Barat. (Seto Wardhana)

Warga mudik dengan menggunakan Bajaj di jalan raya Cikampek. (Fransiskus Simbolon)

Pesan bagi para pemudik. (Hendrix RuzhLeo)

Ribuan motor membanjiri Kawasan Pantura, Karawang. Menjelang Idul Fitri sebagian warga Jakarta melakukan ritual tahunan dengan pulang kampung (mudik) menggunakan motor. (Fransiskus Simbolon)

10 Aturan Travel Fotografi Ala Ami Vitale

Pin It

FK-wan, bagi pembaca National Geographic, nama Ami Vitale tentu sudah tidak asing lagi. Liputannya memberikan perspektif baru bagi pembaca. Vitale juga tidak hanya mengabadikan sebuah foto pada suatu tempat tapi juga mengabadikannya. Bagi Vitale, fotografi tidak hanya soal kamera. Baginya fotografi adalah alat untuk menciptakan kesadaran dan pemahaman lintas budaya, masyarakat, dan negara.

Pekerjaan Vitale membawanya menjelajah berbagai penjuru bumi dan tinggal di tempat-tempat terpencil. Vitale berusaha untuk menjadi “tak terlihat” sehingga hal ini memudahkannya untuk mengenal suatu masyarakat ataupun satwa yang akan membawa pandangan baru bagi para pembaca.

Baginya, fotografi sudah menjadi paspor baginya untuk bertemu orang-orang baru, belajar, dan merasakan budaya baru. Vitale memberikan tips bagi para fotografer yang kerap dia lakukan saat mengambil foto dengan pesan yang kuat.

1. Riset

Membaca berbagai sumber informasi akan memudahkan saat kita berkunjung. Koran lokal, media sosial akan membantu. Jalinlah hubungan dengan setiap orang bahkan sebelum FK-wan berangkat dari rumah. Berteman dengan fotografer dan lain. Vitale juga kerap menggunakan website seperti lighstalkers.org untuk membantunya sebelum liputan.

2. Mendalam

Vitale tidak melihat sebuah fotografi perjalanan bukan sekedar bertualang. Meskipun dia menyaksikan hal-hal yang luar biasa, namun itu tidak sekedar mengunjungi tempat-tempat yang menakjubkan. Bagi Vitale, semuanya akan benar-benar dimulai saat dia tinggal disuatu tempat dan mendapatkan cukup waktu untuk mendapatkan wawasan dan pemahaman baru. Vitale lebih suka menghabiskan banyak waktu di suatu tempat dibanding harus pergi ke banyak tempat.

3. Jadilah Otentik dan Sensitif

Cara termudah untuk membuat foto menarik adalah menjadi yang otentik. Foto potrait yang sukses hampir tidak pernah diambil dari jarak jauh. Menyingkirkan lensa tele dan mengganti dengan lensa wide akan membantu FK-wan.

Bicaralah dengan orang, bisa dengan tersenyum, memberikan salam dan menjelaskan apa yang FK-wan lakukan, lalu mulailah percakapan dan berkenalan dengan subyek yang FK-wan potret. Hal yang perlu kita ketahui adalah kita punya lebih banyak kesamaan satu sama lain. Jangan sekedar melihat berbeda atau eksotis. Sebaliknya, fokuslah pada hal-hal yang menyatukan dan mengikat kita.

Anak-anak adalah salah satu tema yang paling universal yang menyatukan kita semua. Ini adalah sekelompok anak-anak yang terlantar akibat konflik di negara bagian Gujarat, di Ahmedabad, India.

4. Kenali Peralatan

Bagi Vitale, kesederhanaan adalah kunci kesuksesan. Vitale tidak pernah membawa perlangkapan yang super ribet saat perkenalan pertama. Kesederhanaan selalu lebih baik. Tidak apa-apa menggunakan peralatan terbaru dan super wah sekapiun, tapi alangkah baiknya jika FKwan tahu bagaiman menggunakannya sebelum memulai melakukan perjalanan fotografi itu sendiri.

5. Catatlah

Mungkin FK-wan akan mengingat semua orang yang FK-wan temui, namun tak demikian dengan waktu bertemu dan usia. Vitale biasanya mencatatat nama orang dan penjelasan singkat tentang apa yang ia kenakan serta beberapa aksesoris yang membedakan meraka. Saat Vitale kembali kerumah, ia lalu membuka kembali catatan-catatannya. Saat ini Vitale membawa perangkat selular yang terpasa apliasi EZ Rilis yang memungkinkan Vitale untuk mendapat foto dan mendapat persetujuan mereka dalam waktu yang bersamaan. Vitale juga membuat kebiasaan mengisi metadata setelah perjalanan berakhir dan berusaha untuk tidak menunda-nundanya.

6. Pakaian

Pakailah pakaian yang sopan. Yang terpenting, pekalah terhadap adat-istiadat serta norma-norma dimana FK-wan berada. Seorang fotografer perempuan mungkin ingin mengenakan jilbab untuk menutup kepalananya. Ini salah satu cara yang paling mudah untuk menunjukkan rasa hormat. Vitale juga menghindari untuk terlihat seperti fotografer kebanyakan (celana kargo dengan rompi penuh kantong).

Berpakaian panda untuk akses ke pusat pelathian panda.

7. Temui Pemimpin

Vitale juga memberikan tips saat melakukan perjalanan untuk membuat foto. Dia berusaha untuk menemui pimpinan suatu tempat atau daerah yang dikunjungi. Ini menjadi waktu baginya untuk menjelaskan maksud dan tujuannya kepada para pemimpin atau tetua dalam masyarakat sehingga hal ini bisa membuat dia lebih aman. Sebagai fotografer perempuan Vitale juga selalu berusaha untuk datang menemui pemimpin wanita dalam komunitas yang didatanginya.

8. Percaya Pada Naluri

Vitale mengunjungi tempat-tempat aneh di muka bumi. Di luar sana, banyak orang berbagai karakter yang ditemuinya. Melakukan perjalanan ke berbagai tempat adalah salah satu hal menyenangkan, naum Vitale selalu menggaris bawahi untuk tetap berhati-hati. Percayalah pada naluri dan jangan pernah terbuai pada kebaikan palsu seseorang. Bahkan dalam kondisi aman sekalipun jangan lengah. Vitale percaya salah satu persiapan terbaik adalah melakukan hubungan yang baik terlebih dahulu.

9. Memberikan Kenangan

Vitale tak memberlakukan subyek yang difoto mereka sebagai model. Dia mengirim kembali beberapa cetakan, menikmati saat mengambil foto, dan memperlakukan mereka dengan sangat baik. Jangan perbah berjanji jika anda tidak berniat untuk memberikan. Dalam waktu sekarang ini dimana banyak orang yang terhubung secara digital, maka sangat mudah bagi kita untuk mengirimkan foto melalui surel.

Carilah cara untuk terhubung dengan orang-orang. Seperti melakukan kegiatan diatas saat Vitale di Madagaskar.

10. Bersenang

Ya, mengambil foto memang penting, namun hal yang terpenting adalah bersukur bahwa FK-wan berada diantara mereka.  Vitale menggaris bawahi bahwa kamera bukan hanya sekedar perpanjangan dari mata, tapi juga dari hati.

Sumber: Petapixel

Galaxy K Zoom, Smartphone Untuk Fotografi Terbaik Dari Samsung

Pin It

FK-wan, Samsung K Zoom merupakan smartphone yang dikhususkan untuk fotografi. Dengan kamera beresolusi 20.7 Megapixels, bodi yang ramping setebal 20,2 mm. Yang membuatnya menakjubkan adalah gadget ini memiliki lensa berkemampuan 10x zoom optikal. Teknologi retracting lens nya yang terbaru memungkinkan gadget ini mampu melakukan hal tersebut. Samsung Galaxy K Zoom ini memiliki bobot seberat 200 gram.

Samsung Galaxy K Zoom.

Gadget ini tentunya sangat nyaman dibawa pergi berliburan dan mudah untuk disimpan. Pada bagian bodi belakang, terdapat tekstur agar para pengguna merasakan kenyamaan saat memotret dan tidak licin. Terdapat pula fitur antiguncang guna mencegah foto bura. Selain itu, peralatan ini dilengkapi dengan sensor BSI CMOS dan prosesor hexa core yang mendukung perekaman video FULL HD 60fps. Layar seluar 4,8 inci Amoled screen dengan dukungan RAM sebesar 2GB akan sangat bermanfaat bagi para pengguna dalam melihat visual dan berkerja multitasking.

Samsung sepertinya memang mengeluarkan Galazy K Zoom ini untuk memuaskan hasrat para pengguna di bidang fotografi. Saat memotret dalam gelao, perangkat yang memiliki aksesori berupa cover warna-warni ini dibekali dengan xenon flash. Dan yang paling menarik, terdapat preset style foto yang akan diberikan pada saat foto hendak diabadikan. Style photo ini bisa ditambahkan lagi oleh pengguna dari Pro Suggest Market yang disediakan di smartphone berbasih Androir ini.

Banyak fitur yang memudahkan para pengguna dalam menghasilkan foto dengan berbagai kondisi. Ini tentunya akan meningkatkan kualitas foto yang dihasilkan oleh para pengguna. Untuk yang hobi selfi, kamera ini menyediakan mode khusus untuk memotret wajah sendiri. Ada notifikasi saat membidik agar pas saat merekam wajah. Selain itu, mode ini akan memotret beberapa frame dan memilih foto yang terbaik. Gadget ini dibekali dengan baterai 2430 mAh. Untuk informasi lebih lanjut tentang Samsung Galaxy K Zoom, FK-wan bisa mengunjungi link berikut.

Berikur kami lampirkan hasil uji coba Samsung Galaxy K Zoom oleh fotografer kami Yunaidi, saat menggunakannya di New South Wales, Australia.

Menghasilkan Foto Kreatif Saat di Pantai

Pin It

Pergi ke pantai dan memotret pemandangan pantai dramatis.

Mengabadikan pantai saat subuh. Menggunakan teknik slow speed untuk menghasilkan efek halus pada permukaan laut. (Yunaidi)

Pantai yang minim elemen dan datar saja bisa menantang FK-wan untuk lebih kreatif. Fk-wan bisa memfokuskan pada hamparan pemandangan pantai yang luas atau detail lebih halus dari ombak yang memecah, yang jelas tentunya kita ingin FK-wan menghasilkan foto yang menggugah.

Cahaya yang tepat dan cuaca dramatis sangat penting dalam pemandangan pantai, jadi FK-wan bisa memanfaatkan angin, awan, dan kabut. Cahaya terbaik biasanya hadir saat subuh, senja atau ketika gelap mulai tiba.

FK-wan tak perlu membawa banyak lensa dalam memotret pantai. Dua lensa dengan rentang misalnya 24-70 dan 70-300 sudah sabfat membantu FK-wan saat berburu foto. Coba juga untuk mencari relasi antara awan dan ombak untuk menangkap pola dan bentuk menarik dalam frame.

Trik yang wajib dicoba:

- Bereksperimen dengan shutter speed. Kecepatan 0.3 detik tepat untuk menangkap formasi tekstur dan ombak.

- Gunakan eperture f/16 atau lebih sempit untuk memaksimalkan depth of field pada pemandangan pantai yang lebih konvensional.

- Bawalah filter se[erti ND dan ND Grad.

- Bereksperimen dengan white balance. Tambahkan sedikit warna bier pada temperatur warna untuk memberi tampilan lebih dingin pada pemandangan, namun jangan terlalu berlebihan.

- Gunakan dodging dan burning untuk memperkuat kekontrasan dan bereksperimen dengan curves untuk mendapat efek yang dramatis namun tidak berlebihan.

Sumber: Digital Camera Indonesia

Tetap Segar Saat Hunting Foto

Pin It

FK-wan, tentunya sebagai fotografer kita sering melakukan perjalanan untuk memotret ataupun sekedar hunting foto. Namun hunting foto ini bisa jadi melelahkan. Medan yang berat dan mungkin peralatan yang berat. Namun ingatlah FK-wan, perjalanan yang tampaknya melelahkan ini dapat FK-wan atasi dengan beberapa tips berikut.

Berburu foto bisa sangat melelahkan terutama saat kondisi panas. Meskipun berburu foto di pantai, sebaiknya FK-wan mempersiapkan diri dengan baik.

Membawa minum Perjalanan yang berat akan membuat FK-wan haus. Ke mana pun FK-wan hunting, biasakan membawa minum sendiri untuk melepas dahaga. Lebih bagus lagi jika FK-wan tidak membawa air mineral dalam kemasan, tapi membawa botol sendiri yang sudah di isi dari rumah sebelumnya. Bawa yang ukuran sedang, jangan terlalu besar.

Bekal snack Bawalah cemilan kecil seperti protein bar di dalam tas. FK-wan mungkin merasa sedikit lapar tapi tidak akan punya banyak waktu untuk berhenti mencari kios atau rumah makan. Snack akan mengganjal perut FK-wan untuk sementara dan mengembalikan konsentrasi FK-wan untuk berburu foto.

Pakaian yang nyaman Utamakan pakaian yang menyerap keringat dan nyaman. Bisa jadi pakaian yang FK-wan pakai sehari-hari lah yang paling cocok untuk FK-wan saat hunting foto. T-Shirt atau Polo Shirt adalah yang paling nyaman. Jika ingin memakai kemeja juga tidak masalah, pastikan kemeja FK-wan pas di badan dan bahannya menyerap keringat. Disarankan untuk memakai lengan panjang jika pergi ke tempat dengan perkiraan cuaca yang terik.

Sepatu dan tas yang tepat Tergantung ke mana FK-wan akan hunting foto, jenis sepatu dan tas yang tepat sangat penting saat ingin berburu foto. Boots mungkin cocok jika FK-wan ingin hunting foto ke gunung atau perbukitan tapi tidak perlu FK-wan gunakan jika FK-wan berburu foto di objek wisata yang ada di kota. Sama hal nya dengan tas, tas selempang mungkin tidak cocok digunakan jika FK-wan berburu foto ke gunung atau alam liar. Sepatu dan tas yang tepat akan membuat perjalanan berburu foto FK-wan menjadi semakin nyaman.

Lindungi kepala dengan topi Pada siang hari, rata-rata wilayah Indonesia memiliki sinar matahari yang terik. Tidak ada salahnya jika FK-wan membawa topi dan menggunakannya untuk melindungi kepala FK-wan. Bawalah topi yang cukup melindungi kepala FK-wan tapi bagian depannya tidak akan menghalangi FK-wan ketika memotret.

Sapu tangan atau tisu wajah Keringat di sekitar wajah dan leher akan membuat FK-wan tidak nyaman. Bawalah sapu tangan untuk mengelap keringat FK-wan. Atau juga bisa menggunakan tisu wajah.

Oxygenated Water Spray Biasanya beberapa perempuan membawa spray berisi air oksigen di keseharian. Ketika wajah mulai terasa berkeringat dan lelah, cukup semprotkan air oksigen ini secara merata ke wajah FK-wan dan biarkan mengering dengan sendirinya. Pilih kemasan berukuran kecil.

Hand Sanitizer Cairan pembersih tangan dapat membunuh kuman-kuman di tangan FK-wan yang menempel ketika sedang memotret. Mungkin saat memegang kamera, atau saat memegang benda-benda asing lainnya di jalanan. Hand sanitizer juga memiliki aroma yang segar.

sumber : Travel Fotografi

Mengabadikan Demonstrasi

Pin It

FK-wan, pada hari ini Komisi Pemilihan Umum akan segera merampungkan proses rekapitulasi Pemilihan Umum Capres-Cawapres 2014. Beragam berita menyebar dikalangan masyarakat. Bahkan isu demo di beberapa titik, sontak menyeruak di media sosial. Pantauan kami di media sosial hingga sore ini, beberapa kelompok masa sudah bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia.

Situasi-situasi seperti ini tentu akan memiliki nilai berita tertentu. Dimana FK-wan bisa mengambil foto orasi dan emosi yang tergambar dalam demonstrasi yang dilakukan. FK-wan bisa mengabadikan kejadian demonstrasi seperti ini tentunya dengan perhitungan bahwa FK-wan haruslah tetap aman. Beberapa waktu lalu, portal yang kita cintai ini menurunkan beberapa tips yang akan sangat bermanfaat saat FK-wan mengabadikan foto demonstrasi. Berikut tips (tips lengkapnya bisa dibaca di link berikut) :

Secara perlengkapan, sebaiknya FK-wan membawa perlengkapan yang ringkas. Akan sangat menyulitkan bagi FK-wan jika memotret aksi para buruh sembari menenteng tas kamera besar. Putuskan untuk membawa jenis lensa wide dan tele. Ini akan memudahkan FK-wan untuk mengambil foto yang luas serta close up. Usahakan juga menggunakan sepatu.

Dilapangan, selalu lah waspada akan setiap situasi yang terjadi. Di beberapa orasi yang besar biasanya ada saja provokator yang memancing amarah. Berhati-hatilah.

Secara teknik fotografi, banyak hal yang bisa FK-wan dapatkan saat memotret orasi. Metode EDFAT (Entire, detail, frame, angle, time) tentu akan sangat bermanfaat bagi teman-teman dalam mengabadikan foto orasi. Meskipun ini dipakai sata membuat foto story, metode ini akan ampuh juga saat FK-wan gunakan saat memotret orasi.

Samsung Galaxy Tab S, Sentuhan Luar Biasa

Pin It

FK-wan, Samsung akhirnya merilis tablet terbarunya, Galaxy Tab S untuk pasar Indonesia. Seperti kita ketahui bersama, ada dua jenis ukuran Galaxy Tab S yang dirilis oleh produsen elektronik asal Korea Selatan tersebut, yakni Galaxy Tab S dengan ukuran layar 8,4 inci dan 10,5 inci.

GALAXY Tab S menghasilkan gambar yang lebih cerah dan lebih dinamis, warna yang kaya dan render gambar lebih dalam dan tajam. Temukan detail yang hilang, karena diproduksi dengan rasio kontras 100.000: 1 dan berarti 100 kali lebih tinggi daripada layar LCD konvensional dengan 4 juta piksel AMOLED.

Pihak Samsung mengklaim, tablet terbarunya ini disokong layar Super AMOLED yang menggabungkan teknologi tampilan dengan berbagai macam konten premium di dalamnya. Fitur lainnya yang turut disematkan oleh Samsung adalah fitur produktivitas untuk kemudahan pengguna membuka atau menjalankan banyak aplikasi (multitasking).

Andreas Rompies, Vice President IM Business, PT Samsung Electronics Indonesia mengatakan bahwa tablet ini bisa menjadi perangkat pribadi untuk mendapatkan pengalaman visual dan hiburan melalui tampilan layar yang lebih optimal. “Tidak hanya dimanjakan melalui pengalaman visual yang didukung kemampuan prosesor octa core untuk performa yang lebih baik, Galaxy Tab S juga memiliki  warna yang tajam, desain yang tipis, dan ringan,” ujar Andreas.

Galaxy Tab S juga dilengkapi dengan fitur Adaptive Display. Fitur ini mampu menyesuaikan tingkat gamma, saturasi, dan ketajaman warna sesuai dengan aplikasi yang sedang dijalankan oleh pengguna, temperatur warna lingkungan dan pencahayaan sekitar. Dipadukan dengan profesional mode, yakni Amoled Cinema dan Amoled Photo tentunya akan memudahkan pengguna menyesuaikan secara manual untuk hasil video dan foto yang ada.

Samsung juga mengklaim konsumsi energi Galaxy Tab S juga lebih sedikit dibandingkan layar LCD. Hal ini karena dukungan Super AMOLED tidak memerlukan backlight. Dengan ketipisan hanya 6,6 mm dan berat hanya 467 gram (10,5 inci) dan 298 gram (8,4 inci), tablet ini begitu ringan sehingga mudah untuk dibawa.

Berkat dukungan Ultra-Power Saving, baterai yang terpasang di dalam tablet ini memiliki daya tahan yang lama. Keuntungannya, pengguna dapat menikmati beragam hiburan yang lebih panjang tanpa khawatir tentang pengisian ulang baterainya. Berbicara konten, Galaxy Tab S telah dilengkapi dengan S Lime (Samsung Library Time) dan S Air.

Lewat S Lime, pengguna bisa mendapatkan fasilitas gratis berlangganan Kompas (ePaper) selama tiga bulan dan sejumlah majalah digital dari MRA. Sedangn S Air, merupakan sebuah aplikasi untuk mengakses jaringan internet di tempat umum selama dalam jangkauan penyedia WiFi. Dalam hal ini, Samsung telah bekerjasama dengan dua penyedia WiFi terbesar di Indonesia dengan memberikan akses internet secara gratis selama tiga bulan.

Samsung juga menghadirkan Galaxy Gifts Indonesia yang merupakan platform dari Samsung Indonesia. Dalam Galaxy Gifts, Samsung akan memberikan hadiah komplimen setiap harinya untuk pengguna Galaxy Tab S. Program ini bekerjasama dengan beberapa mercant, seperti cafe dan restauran ternama.

Desain Samsung Galaxy Tab S.

Fitur lainnya yang tidak kalah menarik adalah Quick Connect. Lewat fitur ini, pengguna Galaxy Tab S akan lebih mudah untuk berbagi konten dengan perangkat lainnya. Pengguna dapat dengan cepat menemukan Galaxy Tab S miliknya dan menghubungkan ke perangkat terdekat.

Ada juga fitur Multi User Mode yang memudahkan pengguna membuat profil personalnya, mengakses dengan aman dan nayaman melalui Fingerprint Scanner. Selain itu, Samsung juga menyertakan fitur Kids Mode yang sudah tertanam dengan antarmuka dan aplikasi yang aman bagi anak-anak.

Samsung Galaxy Tab S ditawarkan dengan beragam pilihan konektivitas, yakni WiFi atau WiFi plus LTE. Ada dua kapasitas penyimpanan internal yang disediakan oleh Samsung, yaitu 16 GB dan 32 serta slot microSD yang mampu menampung data hingga 128 GB. Pengguna juga bisa memilih varian warna yang tersedia, yakni Titanium Bronze dan Dazzling White.

Soal harga, Samsung menawarkan Galaxy Tab S versi layar 8,4 inci dengan banderol harga Rp5.999.000. Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar, yakni 10,1 inci, Samsung menawarkannya dengan harga Rp6.999.000. Tertarik untuk membeli, FK-wan?

sumber: chip.co.id

Fotografi Perjalanan di Mata Tubagus Svarajati

Pin It

Kala semua hal tampak sama, apa lagikah yang kita cari kecuali sesuatu yang berbeda dan segar? Apabila kegembiraan kita semua berfotografi dalam tren saat ini diibaratkan sebagai lapangan luas yang sesak dan gegap-gempita, seseorang bernama Tubagus Svarajati justru keluar lapangan. Ia meniti rute yang sunyi.

Oleh Reynold Sumayku

Dalam kumpulan esainya yang dibukukan dengan judul PHōTAGōGóS: Terang-Gelap Fotografi di Indonesia, Tubagus membahas fotografi—dunia yang semakin riuh. Namun, pembahasannya justru tidak dengan tema yang riuh. Cahaya sebagai elemen pembentuk citra fotografis tidak dipandangnya dengan cara umum sebagai ilmu terapan demi pencapaian estetika, tetapi jauh, jauh melampaui itu.

Tubagus mengapungkan pemikiran-pemikiran bernas yang filosofis. Pertanyaan-pertanyaan yang diangkatnya, mengenai fotografi, terentang lebar. Mulai dari tema tentang pas foto sampai seni melihat. Dari jurnalisme hingga salon. Dari foto sebagai perekam kenangan semata hingga foto sebagai bahasa visual yang dalam maknanya.

PHōTAGōGóS bukan sebuah buku “how to” tentang problema teknis untuk mencapai hasil foto yang bagus dalam artian indah di mata. Melainkan, dalam hal ini, ia mengangkat pembuatan foto yang juga bisa mengganggu atau menggugah rasa tertentu. Foto-foto yang indah di hati dan dalam pemikiran. Proses dan maksud pembuatan foto pun dibahas kritis. Tajam. Barangkali agak menyinggung—karena banyak benarnya—namun perlu.

Misalnya saja tentang fotografi perjalanan. Topik itu adalah yang “paling ringan” dalam bukunya, dan agaknya cukup menarik untuk dikutip di sini.

Tentang Memotret Ijen:

“Ijen adalah saksi fotografis yang penting dalam dunia jurnalistik mondial. Ia telah membetot fotografer dunia Sebastiao Salgado dan James Nachtwey—atau entah siapa lagi—untuk berkunjung dan merekam cara kerja penambang belerang tradisional di sana. Dan—kita tahu—para penambang itu saudara kita, manusia Indonesia. (halaman 66-67)

Dengan latar seperti itulah, Salgado dan Nachtwey juga Anda sekalian berduyun-duyun memotret Ijen. Memotret tragika anak manusia yang berjuang di kedalaman kawah sebuah gunung yang setiap saat bakal mengguntur.

Tapi aku ingin mempertanyakan dan menggugat, manakala foto-foto yang terlahir dari keperihan Ijen itu sekadar keindahan salonis yang kemayu. Di manakah empati manusia terhadap manusia lainnya? Adakah Tuhan terlelap di sana?” (halaman 69)

Ijen dengan fenomena penambang belerangnya dalam tahun-tahun belakangan ini semakin mendunia. Mondial. Itu lantaran api biru. Akan tetapi, saat gelombang pemburu foto sejenis menyapu gunungapi itu, pertanyaan dari Tubagus menjadi relevan. Tidaklah penting lagi apakah kita pergi ke Ijen untuk meniru Salgado, Nachtwey, Michael Yamashita, Rama Surya, atau Olivier Grunewald. Tubagus ada benarnya.

Tentang Memotret Waisak di Borobudur:

“Di pelataran ribuan murid Siddharta tetap melangkah dengan tenang dan terus bersembah-sujud. Peluh pun mulai berleleran di dahi dan tengkuk mereka, namun mereka tetap menapak ringan dan berpasrah diri mengenang junjungan serta ajaran Sang Buddha Gautama.

Tapi, jejak-jejak langkah dan gestur mereka diikuti saksama oleh ratusan pasang mata. Orang-orang itu memegang berjenis-jenis kamera sembari memotret. Simfoni “klik-klik-klik” bercampur dengan alunan puja-puji dalam bahasa Pali. Semakin siang para pemotret membentuk kumpulannya sendiri. Puncaknya pada sore hari: dari semua penjuru pemotret mengepung umat Buddha yang sedang berpuja-bhakti. (halaman 70)

Bagian yang ini sangat relevan dan terbukti tahun lalu. Jangan sampai terjadi lagi, atas dasar alasan apapun yang kita bawa saat memotretnya.

Tentang Pelancong:

“Seorang pelancong juga seorang kawan bagi penduduk lokal. Pelancong tak sepantasnya memelototi penduduk setempat dengan pandangan nyinyir, namun ia mesti memandang dengan sepenuh empati. Bukankah perbedaan atau pluralitas kultural tak seharusnya koersif satu dengan lainnya. Sebab itu, simpati dan kesepenuhan hormat kepada mereka adalah modal awal mendapatkan foto-foto potret yang natural. (halaman 74)

Hall Buell, pensiunan editor foto Associated Press, dalam suatu risalah mengatakan, “I assure you, as a journalist who has coped with the challenges of technology and content, that content is more difficult.” Terbersit, Buell lebih merayakan konten ketimbang persoalan teknologi. Artinya apa? Bagi jurnalis, alat atau peranti pemotretan adalah sarana, selebihnya adalah isi foto yang bergaung.

Dan saya yakin, karya foto pelesiran pun bisa dicandra dengan cara pandang Buell tadi. Dengan begitu, makna dan proses signifikasinya, meski tidak diproduksi seragam oleh setiap orang, toh, itu didudukkan pada porsi yang lebih terhormat bagi relasi kultural antarmanusia.” (halaman 75-76)

Dari jalan yang telah dipilihnya, jalan yang hening dan jauh dari sorak-sorai, Tubagus mendapatkan sudut pandang yang lebih lapang. Dari tengah-tengah kesunyian, ia  menelaah, merenungkan, pun mengkritisi. Tak pelak, karangan-karangannya menjadi penting bagi mereka yang penat dengan keramaian nan membosankan. Bagi mereka yang membutuhkan keseimbangan.

Pada saatnya, Tubagus berbelok dari jalan sunyi itu, kembali masuk ke kerumunan di tengah lapangan. Untuk “mewartakan” hal-hal yang tidak terlihat karena terhalang punggung kerumunan. Selayaknya kita berterima kasih.***

Reynold Sumayku di Twitter | Tubagus P. Svarajati

*PHōTAGōGóS: Sang pembawa Cahya (halaman xxiii); jumlah halaman: 201; penerbit: Suka Buku, 2013; penyunting: Wahyudin AS; pengantar: Oscar Motuloh